07 April 2021

Kamu tipe orang yang merasa diri lebih unggul atau bahkan minder, apa masalahnya dengan loe?



Apakah kamu sering merasa diri lebih cakap/unggul atau bahkan sebaliknya merasa diri minder? perasaan itu menunjukan ada komponen kepribadian yang sangat menonjol yang memengaruhi alam pikiran sehingga menimbulkan perasaan itu, ini yang disebut ego. 

mengapa kita perlu mengenal kepribadian kita sendiri? Seorang Bapak Psikoanalisa Sigmund Freud (1923) mengemukakan teori kepribadian manusia. Ada 3 struktur kepribadian yang penting yang membentuk kepribadian manusia, yaitu id, ego dan superego

Id adalah komponen kepribadian alamiah dan naluriah sejak dilahirkan. Tindakan yang dilakukan cenderung spontan tanpa memikirkan konsekuensi dari perbuatan yang dilakukan. Seperti komponen biologis, keinginan sex, lapar, haus, dll. 

Sebagai contoh Agus menunggu hidangan kopi di cafe karena terlalu lama menunggu dia langsung mengambil dan minum kopi pada meja sebelah yang siap diminum.

Ego adalah komponen pengambilan keputusan kepribadian. Bila seseorang tidak menemukan jawaban dari persoalan yang dihadapi maka dia akan berusaha dan berusaha mencari solusi sampai menemukannya. Seseorang akan berusaha memahami dalam bertindak sesuai dengan fakta yang dirasakan. 

Sebagai contoh Andi merasa lapar, maka Andi tetap bersabar menunggu pesanan makanannya meskipun ada makanan di sebelah mejanya sudah siap.

Superego adalah komponen kepribadian yang memahami aspek moral yang didapatkan dari lingkungan sekitar maupun berasal dari nilai-nilai keagamaan. Superego ibarat kontrol perilaku seseorang. Sama juga dengan ego dalam mencapai keputusan akan sesuatu, namun superego lebih di dasarkan pada nilai-nilai moral maupun keagamaan. 

Contoh Udin tidak jadi mengambil buah tanaman tetangga dekat rumah karena itu tidak baik dan melanggar norma agama menyebabkan dosa.

Kembali kepada ego, kita mungkin sering berhadapan dengan orang yang memiliki ego berlebihan. Ketika ego mendominasi pikiran kamu, maka lambat laun akan membentuk pola pikir dan kepribadian yang mencolok dalam bertindak. Selalu orang lain yang disalahkan, sementara diri sendiri selalu benar. Orang yang egonya berlebihan cenderung larut dengan alam pikiran rasional yang dibangun diri sendiri tanpa memahami realita yang ada. Ada kesan tidak mau mencoba memahami orang lain dan menganggap orang lain tidak penting.

Keyakinan, pengetahuan, prinsip pribadi, dan kemampuan diri turut berkontribusi membangun ego. Bila yang dibangun sebuah persepsi negatif tentang diri dan orang lain maka akan menimbulkan perasaan merasa lebih tinggi atau bahkan minder yang sebenarnya ini mungkin tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. 

Misalnya "aku orang pandai", "aku tidak pintar melakukannya", "aku pandai mengerjakan apa saja", "aku introvert", dan lain-lain.

Ego terbentuk dan membentuk ke-aku-an atau kedirian, serta citra diri sendiri untuk mendapat persetujuan dari orang sekitar. Rasa percaya diri berkaitan dengan ego yang positif. 

Sebenarnya ego tidak selalu negatif, namun yang menjadi persoalan jika ego mendominasi cara berpikir kamu sehingga orang sekitar bersikap tidak menerima, mencemooh, atau bahkan mungkin mengolok-olok kamu. Jika terjadi demikian, kamu perlu instropeksi diri dan mencoba mengendalikan ego agar semuanya berjalan serasi. Berikut ini beberapa cara yang dilakukan untuk mengendalikan ego.

Kurangi berbicara perbanyak mendengarkan
Cobalah untuk mengontrol ego yang dominan dengan lebih banyak mendengarkan orang lain. Mendengarkan dengan baik menjadi cara berperan dan diakui menjadi dasar dalam mengambil keputusan secara bijaksana. Jadilah pendengar yang baik bagi orang lain. Mendengarkan dengan bijaksana melatih berpikir secara rasional mengikis rasa ego yang tinggi dan senantiasa menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan diri sendiri. 

Memahami motivasi diri
Coba berpikir sejenak untuk mengetahui apa yang menjadi motivasi diri dalam mengerjakan sesuatu. Ego memaksa untuk fokus pada hasil yang akan dicapai sedangkan diri kamu berkata sebaliknya. Ingin melakukan banyak hal untuk mendapatkan pelajaran/pengalaman berharga dan mesti harus tersugesti untuk selalu sukses. Namun perlu diingat bahwa belajar tidak mesti bicara kesuksesan tetapi belajar dari kegagalan juga merupakan proses belajar.

Memahami bahwa hidup adalah proses
Seseorang yang memiliki ego yang terpuaskan tidak peduli dengan proses, yang penting hasil tercapai dan melebihi orang lain. Mengatasi ego dengan menikmati setiap proses dalam hidup dan berusaha dengan baik.

Proses hidup senang sedih, marah, dan lainnya dilewati dengan baik menjadi hidup jauh lebih bermanfaat, bukan mencapai tujuan semata. Belajar dari pengalaman ini membuat kita semakin memahami cara kita mengikis rasa egois.

Ubah pandangan mengenai kesuksesan
Orang yang memiliki ego yang tinggi bisa jadi terperangkap pada salah satu makna kesuksesan dengan mencapai hasil yang secara langsung dapat dinikmati misalnya jabatan/pangkat, hadiah, dan lainnya. Cara pandang ini sebenarnya hak setiap individu. Namun kesuksesan tidak hanya dapat diukur dengan sesuatu yang langung bisa dinikmati dari pada sekedar uang maupun jabatan.

Cobalah sadari bahwa kesuksesan itu juga bagian dari proses atau perjalanan. Ketika mencapai kesuksesan kita tidak menyombongkan diri, melainkan tidak lupa juga memuji orang lain yang terlibat mendukung mencapai prestasi tersebut. Dengan ini kamu belajar untuk mengatasi ego besar dengan berbagi kesuksesan dengan rekan-rekan maupun orang lain.

Belajar untuk berkompromi
Seringkali orang tidak menyadari bahwa dirinya memiliki ego yang tinggi. Sikap tidak mentolerir sebuah kekeliruan/kesalahan meskipun kecil dirasakan sebagai kekuatan dijadikan tindakan ideal untuk sebuah solusi persoalan. Hal ini sering menimbulkan masalah dalam hubungan dengan rekan sekerja sehingga membuat komunikasi tidak efektif. 

Mengontrol ego diri adalah sebagian besar membiaskan diri untuk mengambil benang merah dengan orang lain. Bila dihadapkan pada jalan buntu sebaiknya kamu instropeksi diri apakah kamu merasa superior atau minder/inferior? Mencoba sikap mengalah untuk mengurangi faktor pendorong perseteruan dan tentukan apa yang penting yang akan dicapai bersama tim. Namun nilai kepribadian yang positif dan penting tetap juga dapat dipertahankan.

Memaafkan dan ikhlas
Memaafkan diri sendiri dan orang lain serta menerima dengan ikhlas bisa dijadikan cara yang ampuh melepaskan ego yang berlebihan. Terlalu menyesali dan memikirkan terlalu dalam hal-hal yang telah terjadi tidak dapat mengubah apapun. Apa yang diinginkan tidak selalu apa yang dibutuhkan oleh sebab itu selalu ikhlas.

Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain
Manusia adalah makhluk yang unik tidak bisa dibandingkan antara satu dengan yang lainnya. Bila kamu mencapai kesuksesan dari pada orang lain, ego akan selalu membuat kamu merasa lebih layak dari pada orang lain. Sebaliknya bila dirasa tidak
 sukses, ego akan men-justice membuat kamu merasa rendah dan tidak ada gunanya.

Oleh sebab itu jika ego dikendalikan itu berarti menghargai diri sendiri dan dengan sadar tidak patah semangat untuk melakukan agar lebih baik lagi. Membandingkan diri dengan orang lain tidak selamanya salah sejauh itu hal-hal yang positif.


Referensi:
1. https://hellosehat.com/mental/mental-lainnya/cara-mengendalikan-ego-adalah/
2. https://id.wikihow.com/untuk-Tidak-Memiliki-Ego-yang-Besar

02 March 2021

Bagaimana cara agar Gmail, Drive, dan Foto kamu tidak dihapus Google

Hai Gaes :)

Kamu wajib tahu kebijakan baru Google khususnya mengenai ruang penyimpanan yang digunakan untuk Gmail, Drive dan Google Foto. kalau tidak, kamu bakalan akan menyesal karena bisa jadi konten yang tersimpan di ruang penyimpanan akun Google kamu bisa dihapus bila tidak mengindahkan kebijakan baru ini. Kayaknya Google ingin agar para pemilik Akunnya benar-benar memaksimalkan dengan terus aktif menggunakan produk-produk Google dalam menjalankan bisnis setiap waktu.

Berapa sih ruang penyimpanan gratis yang diberikan Google ketika kita daftar Gmail atau membuat Akun Google? Saat ini cuman 15 GB untuk Akun Gratis dan 30 GB untuk Gsuit basic (berbayar). Dulu, 15 GB setelah daftar akun dan tambahan 2 GB bila menggunakan Google+. Google+ sudah ditutup Google 2 April 2019 lalu.

Anggap aja kamu sekarang membuat email/Akun sendiri dengan nama sendiri, misalkan
toms@gmail.com, maka kamu akan diberikan kuota penyimpanan gratis 15 GB, sedangkan ruang penyimpanan sebesar 30 GB untuk Gsuit basic berbayar (misal toms@doctor.com, org, net, dll) untuk penyimpanan data yang nanti digunakan untuk Gmail, Google Drive dan Google Foto.

Jadi semua aktivitas kita dalam mengirim/menerima file lewat email, menyimpan file di Drive, dan mengunduh foto/video pada dasarnya akan mengurangi ruang penyimpanan yang diberikan.

Khusus foto/video pernah dibahas sebelumnya mengenai backup foto/video di Google Foto. Foto/video yang diupload tanpa mengurangi ruang penyimpanan dengan cara menyetel ukuran upload ke Kualitas Tinggi (High Quality), jadi berapapun foto/video yang diupload tidak akan mengurangi ruang penyimpanan Google kita alias unlimited, sedangkan bila kita mengunggah semua foto/video ke "Kualitas Asli/Original" pasti akan mengurangi ruang penyimpanan yang tersedia. 

Bila kuota penyimpanan akun Google kita sudah penuh maka harus menyewa/membeli ruang penyimpanan sesuai dengan kebutuhan di Google One dengan jumlah ruang yang ditawarkan minimal 100GB dan yang lebih besar mulai dari 200 GB, 2 TB dan 10 TB. Kalau tidak menyewa ruang penyimpanan ekstra pasti kamu tidak bisa menyimpan data di Drive, Google Foto, dan juga mengganggu kemampuan Gmail dalam menerima pesan yang masuk. Walau demikian Google masih baik memberikan kamu akses login. Tentunya kamu tidak mau kan sampai konyol kayak gini hehe.

Sejak Desember 2020 lalu saya mendapat email pemberitahuan dari Google mengenai kebijakan penting penggunaan Google Foto, Drive dan Gmail bagi akunnya yang tidak aktif dan melebihi kuota penyimpanan. Berikut ini beberapa perubahannya:

Google Foto
  1. Video/Foto yang dicadangkan dengan kualitas tinggi sebelum tanggal 1 Juni 2021 tidak mengurangi ruang penyimpanan akun Google.
  2. Video/Foto yang dicadangkan dengan kualitas asli sebelum tanggal 1 Juni 2021 tetap mengurangi ruang penyimpanan akun Google.
  3. Video/Foto yang dicadangkan dengan kualitas tinggi setelah tanggal 1 Juni 2021 akan mengurangi ruang penyimpanan akun Google, begitu pula kualitas asli.
  4. Tidak aktif sama sekali menggunakan atau melakukan aktivitas di Google Foto selama 2 tahun, kontennya akan dihapus. Sebelumnya akan ada pemberitahuan dari Google.
  5. Agar bisa tetap aktif, buka Google Foto sekedar melihat galeri, membuat album atau buku foto dan mencadangkannya. Selain itu bila batas penyimpanan habis segera dilakukan tindakan seperti membeli ruang penyimpanan melalui Google One.
  6. Kamu tidak dapat lagi mencadangkan (backup) foto bila kuota penyimpanan kamu sudah penuh.
Gmail
  1. Semua file yang dikirim melalui gmail tetap mengurangi kuota penyimpanan akun kamu;
  2. Google juga akan menghapus semua konten yang ada pada gmail kamu, bila kamu tidak pernah membuka dan/atau melakukan aktivitas gmail selama 2 tahun. Oleh sebab itu selalu aktif menggunakan gmail seperti beberapa aktivitas berikut seperti melihat email masuk, mengirim, membaca, mengarsipkan dokumen ke drive, dll.
Google Drive
  1. Setelah 1 Juni 2021 file yang diedit/dibuat pada aplikasi kolaboratif seperti Google Docs, Spreadsheet, slide, formulir dan jamboard akan mengurangi sisa kuota penyimpanan akun, tetapi aktivitas menggunakan aplikasi kolaboratif sebelum 1 Juni 2021 tidak akan mengurangi sisa kuota.
  2. Juga tetap membuka dan melakukan aktivitas di aplikasi Google Drive seperti seperti membuat konten kolaboratif melalui docs, spreadsheet, slide, formulir, dan jamboard, juga membuka, mengedit, memberikan komentar file di drive, serta menyimpan file dari perangkat ke drive.
Jadi gaes, bagi kamu yang sudah terlanjur memiliki akun google atau gmail, menggunakan Google Foto sebagai tempat bernostalgia karena banyak video dan foto tersimpan di sana, dan menjadi Google Drive sebagai gudang penyimpanan file kamu supaya dimaksimalkan jangan sampai tidak dibuka-buka selama 2 tahun. Selain itu kebijakan ini mau mengajar kita supaya semakin selektif memilah video/foto yang penting perlu untuk di simpan/dicadangkan, memaksimalkan gmail paling tidak dalam proses pengiriman/menerima pesan, dan file apa saja yang penting untuk disimpan dalam Google Drive. Dengan demikian kuota penyimpanan dalam batas aman untuk digunakan dalam kurun waktu lama ke depannya sampai kamu memutuskan untuk membeli kuota tambahan seperlunya.

05 October 2020

Fakta terbaru: Covid-19 menyebar melalui pikiran.

Ketika kasus covid-19 mulai melanda dunia dan kasus baru ditemukan di Indonesia akhir Februari 2020 lalu, kita semua orang khawatir. Penyebaran dan penularannya begitu cepat, angka kesakitan dan kematian begitu banyak sehingga membuat semua orang bertambah takut. Pikiran kita melampaui fakta pandemi covid-19 yang sesungguhnya terjadi.

Banyak yang sudah dilakukan pemerintah dan semua pihak dalam upaya menekan penyebaran penularan virus corona dengan jalan proaktif menerapkan protokoler kesehatan sehari-hari. Semua orang seakan optimis bahwa upaya ini dipercaya mampu menekan laju penyebaran covid-19 di tengah masyarakat, namun pada kenyataannya tidak segampang yang kita pikirkan.

Mengamati perkembangan kasus yang sudah terjadi selama beberapa bulan ini di beberapa wilayah sudah menunjukan penurunan kasus yang cukup signifikan, namun di beberapa daerah lain terutama di perkotaan terus terjadi peningkatan signifikan kasus positif covid-19. Gelombang covid-19 masih terus berlangsung ada 299.506 kasus konfirmasi dan 11.055 meninggal hari ini (Data https://covid19.kemkes.go.id tanggal 3 Oktober 2020).

Melihat perkembangan kasus dari waktu ke waktu kita mulai bertanya mengapa covid-19 di Indonesia belum juga menunjukan perubahan kurva yang diharapkan? Upaya yang dilakukan dalam menekan laju penularan covid-19 selama ini agaknya tidak membuahkan hasil yang signifikan. Kita tidak bisa dengan gampang berspekulasi bahwa tubuh kita sudah kebal dan pasrah dengan keadaan. 

Sejak mulai didengungkan masa kenormalan baru bagi daerah yang sudah melakukan PSBB (pembatasan sosial berskala besar), disambut dengan pandangan yang berbeda-beda. Ada yang mengira pemerintah sudah "mengizinkan" semua orang beraktivitas seperti normalnya. Padahal konsep kenormalan baru ini mendorong kita semua untuk senantiasa menempatkan diri pada masa krisis pandemi covid-19, merubah perilaku biasa menjadi patuh terhadap protokoler kesehatan untuk melindungi diri dan orang lain dalam keadaan beraktivitas normal.

Pemerintah sudah bekerja keras untuk menolong kita dalam menekan penyebaran covid-19 di tengah masyarakat. Berbagai standar dan protokoler dibuat untuk dijadikan pegangan semua untuk bersama-sama memerangi covid-19. Saat ini kita sebenarnya sangat mudah menilai sebenarnya masyarakat kita belum cukup dewasa dan sadar dalam menerapkan protokoler kesehatan covid-19 di era kenormalan baru. Orang tidak lagi ambil pusing dan tidak takut dengan bencana covid-19. 

Semakin banyak kasus semakin banyak yang berisiko tertular dan/atau fatal. Penyebaran virus corona akan semakin merajalela karena kita sudah berhadapan dengan pikiran masyarakat yang menunjukan diri tidak peduli melindungi diri dan sesamanya. Bisa jadi satu orang yang berpikiran acuh tak acuh sama risikonya dengan potensi penularan virus corona satu orang positif kepada sejumlah orang dalam satu waktu.

Sangat sulit memerangi mind set masyarakat yang dibangun seperti itu dari pada memerangi covid-19 itu sendiri. Semoga semua orang sadar akan hal ini untuk semakin meningkatkan kepatuhan diri sendiri untuk melindungi diri dan banyak orang.

16 September 2020

5 sebab tersering website hilang di pencarian Google!

Bingung Situs hilang di SERP (Sumber: https://sobinam.ru/)

Pertumbuhan internet sangat cepat sehingga perubahan gaya hidup digital kita juga semakin berkembang seiring zaman. Statista.com melaporkan data per Juli 2020 ada 4,5 Milyar pengguna internet aktif. Menurut data internetlivestats.com saat ini ada 1,5 Milyar website dan kurang dari 200 juta website yang aktif. Tentunya banyak faktor yang menjadi penyebab website yang tidak aktif tersebut, pasti kita bertanya-tanya.

Memiliki website ibarat memiliki rumah/kantor di internet. Memiliki website ibarat memiliki pekerjaan baru yang harus dilakukan disamping pekerjaan yang ada. Ada orang yang benar-benar menggantungkan hidupnya melalui website (full timer) ada juga sebagai sampingan.

Baik full timer maupun sampingan, mengelola website membutuhkan semangat dan komitmen yang kuat. Karena banyak hal yang harus dilakukan agar website kamu tetap sehat dan memiliki performa baik. Untuk memiliki website saat ini tidak lah sulit. Kamu bisa memilih banyak platform yang familiar menurut kamu, misalnya Blogger, Wordpress, dll. Anggap saja kamu sudah memiliki website/blog baru maupun yang sudah lama mengelolanya.

Setelah sekian lama berkecimpung mengelola website hilang pada hasil penelusuran Google bukan masalah baru tentunya membuat karena kerja keras selama ini yang dikerjakan dalam membangun website seakan-akan sia-sia. Saya gunakan kata "hilang" di sini karena mengacu pada website yang sebelumnya eksis muncul pada hasil pencarian Google namun oleh karena sesuatu dan lain hal website tersebut hilang pada pencarian Google bahkan sampai dihapus.
 
"Blog Saya hilang.."
"Blog saya tidak dapat ditemukan..."
"Blog Saya dihapus.."
"Blog saya dibanned Google.."
"Blog saya deindeks oleh Google.."

Begitu keluhan kebanyakan pemilik website yang mengalami masalah hilang disampaikan pada Forum Bantuan Webmaster Google. Beberapa webmaster merasa kuatir bahwa website tidak ditemukan (tidak terindeks) pada pencarian Google berdasarkan hasil penelusuran dengan mengetikan kueri berupa judul web, deskripsi singkat atau kata kunci tertentu di mesin telusur. Padahal kemunculan kueri pada hasil penelusuran dengan kata kunci tertentu fluktuatif sesuai tingkat kompetisinya sehingga website Anda tergeser peringkatnya, bukan hilang sama sekali. Periksa dan cek kembali performa penelusuran situs/blog di Google dan jangan terburu-buru kuatir dulu.

Atau website Anda hilang pada pencarian tanpa disadari sehingga tidak terindeks dengan/atau tanpa meninggalkan pesan pada Search Console? Bila ini yang terjadi jangan panik dulu, beberapa saran dan langkah yang dapat dilakukan untuk mengembalikan eksistensi website muncul pada hasil pencarian Google. Membutuhkan kerjasama antara google dan webmaster (Anda) agar dapat ditemukan/muncul pada pencarian kembali. Beberapa penyebab yang sering terjadi seperti:

1. Melanggar Pedoman Kualitas.
Google memberikan pedoman yang memastikan para webmaster/pengelola web melakukan cara-cara yang adil dan baik dalam berpraktik mengembangkan konten yang berkualitas bagi setiap pengguna yang mengaksesnya. Google memberikan laporan tindakan manual (lewat pesan e-mail atau search console) dan berupaya membantu webmaster dalam menangani website mereka bila diduga terjadi pelanggaran pada salah satu atau beberapa Pedoman Kualitas Webmaster Google. Pelanggaran ini menimbulkan website tidak muncul atau hilang pada pencarian karena diduga tindak spam yang mengelabui pengguna dan mesin pencari, serta sampai pada membahayakan perangkat (komputer, gadget, dll) pengguna. 

2. Terkena Aturan Algoritme Google
Algoritme Google berkontribusi besar dan berdampak pada proses pemeringkatan sebuah website. Mesin Algoritme Google bekerja otomatis menilai kualitas laman dari sekian banyak laman web di jagat maya.  Algoritme penting Google menjadi faktor filter pada website mana yang memiliki kualitas konten dan relevansi untuk ditampilkan pada hasil penelusuran kepada pengguna. Oleh sebab itu website yang tidak memenuhi dan menyesuaikan pada setiap perubahan algoritme Google dari waktu ke waktu akan tenggelam dan hilang bahkan sampai dihapus pada hasil pencarian. Peran pengelola website sangat besar untuk senantiasa membuat konten unik, alami dan segar, serta menghindari praktik-praktik spam, sehingga benar-benar berkualitas dibutuhkan oleh pengguna.

3. Website Diretas
Website yang diretas hilang di hasil penelusuran Google karena Google secara otomatis mendeteksi adanya aktivitas peretas yang berpotensi membahayakan user ketika mengunjungi web Anda, sehingga sebenarnya Google melabelnya sebagai situs berbahaya yang tidak disarankan untuk diakses. Tindak peretasan ini sangat berbahaya dengan mengambil kontrol terhadap properti website dan privasi Anda. Anda harus sesegera mungkin mengambil langkah untuk dapat memulihkan situs/website yang diretas agar menjadi aman, dapat dibuka dan diakses pengunjung kembali.

4. Pemblokiran Googlebot lewat file robots.txt atau dari penyedia hosting.
Hati-hatilah dalam memodifikasi file robots.txt blog Anda karena salah seting dapat membuat website hilang pada pencarian. File robots.txt memberitahukan spider memblokir atau tidak memperbolehkan Googlebot merayapi website. Pemblokiran ini menyebabkan sebagian atau bahkan semua laman malah tidak ditemukan dan tidak masuk dalam indeks Google. Oleh karena itu seting file robots.txt dengan benar agar tidak memblokir perayapan Google ke website Anda. Mungkin juga ada pemilik hosting kepercayaan sengaja memblokir Googlebot salah satu alasan untuk mempertahankan laju tunggu server. Hubungi kembali penyedia hosting apakah ada pemblokiran robot kesayangan Google tersebut.

5. Website membokir pengindeksan dengan meta tag.
Penyebab website hilang sehingga tidak muncul pada hasil pencarian Google, karena pengelola website sengaja atau tidak sengaja memasang meta tag "noindex" yang tidak mengizinkan perayap web mengindeks dan menampilkan setiap halaman website pada hasil penelusuran.

Meta tag yang dipahami Google seperti:

1. <meta name="robots" content="noindex">

2. <meta name="googlebot" content="noindex">

Meta tag ini dipasang di <head> pada markup website. Supaya halaman dapat terindeks kamu cukup menghapus saja meta tag-nya. Hanya perlu diketahui untuk Google sendiri tidak menjamin semua halaman kamu terindeks semua.
 
Demikian 5 penyebab tersering website hilang pada hasil pencarian Google. Bila ada pertanyaan seputar ini silahkan tulis pada kolom pertayaan di bawah ini atau posting pertanyaan pada Forum Bantuan Webmaster Google Indonesia.

13 September 2020

Konflik tanah hak ulayat masyarakat adat, keserakahan siapa?

Pengrusakan Tanah Hak Ulayat Adat Laman Kinipan
(Sumber: Mongabay)

Orang perorangan, korporasi yang merasa memiliki lahan entah karena alasan apapun di wilayah hutan yang masih cukup baik berdekatan atau secara langsung hak ulayat adat masyarakat setempat adalah orang yang tidak punya etika, tidak beradat dan tidak ada sopan santun!

Mengapa?

Mereka sengaja pura-pura tidak tahu aturan dan sengaja menciptakan bom waktu lempar batu sembunyi tangan, sengaja akan membuat konflik yang pada akhirnya yang berhadapan bukan mereka. Menciptakan politik penjajah "Devide et impera"  antar warga dan aparat keamanan. Ironisnya aparat keamanan tidak satu pun dipihak masyarakat yang berkonflik tapi manggut-manggut dibayar untuk melindungi korporasi.

Dengan situasi itu saja kita sudah tahu hidung belang mereka! Haha..

Mau ada sudah diteken sah UU tentang masyarakat adat atau pun belum agaknya tidak cukup meredakan persoalan sosial dan agraria wilayah hak adat yang sudah terlanjur terjadi saat ini apalagi ada pihak korporasi tetap bersikukuh tidak menghargai masyarakat setempat. Sebaliknya, konflik ini bisa diminimalisir bila sudah melakukan pendekatan yang manusiawi.

Lalu, kalau kita melihat UUD 1945 sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak memahaminya dan sembarang kerja/eksekusi lahan padahal ada hak ulayat masyarakat.

Pasal 18B Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945) menyatakan bahwa 

Negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan Masyarakat Hukum Adat beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang diatur dalam Undang-Undang.’’ 

Ketentuan Pasal 18B UUD 1945 diperkuat dengan ketentuan Pasal 28I ayat (3) UUD 1945  bahwa:

Identitas budaya dan masyarakat tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban”.

Jelaskan negara mengakui kok masyarakat adat itu sendiri, beserta hak-hak tradisionalnya, jadi jangan asal kalkulasi keuntungan kalau belum paham dengan ini gitu.

Yang dimaksud adalah apa yang dimaksud pada rancangan UU Tentang Masyarakat Adat, yaitu:

"Masyarakat Hukum Adat yang selanjutnya disebut Masyarakat Adat adalah sekelompok orang yang hidup secara turun temurun di wilayah geografis tertentu, memiliki asal usul leluhur dan/atau kesamaan tempat tinggal, identitas budaya, hukum adat, hubungan yang kuat dengan tanah dan lingkungan hidup, serta sistem nilai yang menentukan pranata ekonomi, politik, sosial, budaya, dan hukum"

Definisi ini sudah ada sejak semula, kalau orang mau buat usaha perkebunan, tambang, dll pahami dan nanya dulu tentang ini sama masyarakat setempat, jangan cuman nulis di atas kertas analisa keuangan dan keuntungan saja, tanpa memperhitungkan dampak sosial dan masalah agraria nantinya.

Kalau ini sudah dipahami sejak awal, konflik pasti bisa diminimalisir, kecuali ada oknum yang serakah sehingga jalan musyawarah yang seharusnya didahulukan dianggap angin lewat.

kemudian bila sudah terjadi konflik dan meluas, salahkah masyarakat mempertahankan alam, bumi, dan tanah air sekitarnya dari pengrusakan? Kalau melihat hal-hal di atas masyarakat berhak bahkan siap mati-matian mempertahankan hak-haknya.

Mengapa?

Ini menyangkut hak ulayat di mana masyarakat adat seyogyanya dalam mempertahankan kehidupannya melekat jiwa, badan dan darahnya dengan alam sekitar. Begitulah kehidupan di desa sekitar alam, orang di kota banyak tahu namun belum tentu paham dengan situasi ini.

Toh, mongabay menulis tahun lalu kata Gubernur Kalbar pak Midji:

"Midji katakan, keberadaan perusahaan sawit tidak berpengaruh nyata seperti yang digembar-gemborkan pengusaha. Buktinya, masih banyak desa tertinggal di Kalimantan Barat yang justru berada di sekitar konsesi sawit. Ketentuan NDPE [No Deforestation, Peatland, and Exploitation] merupakan hal mutlak untuk perkebunan berkelanjutan".

Ini terbukti banyak yang hanya sekedar janji. Bukan kesejahteraan yang ada tetapi kesengsaraan masyarakat sekitar konsesi. 

Saran buat yang mengambil kebijakan:

Stop pembukaan lahan baru dengan alasan apapun dengan skala besar di wilayah hak ulayat masyarakat adat setempat, lebih baik meningkatkan produktivitas dari pada memperluas lahan.

Pemerintah daerah mengkaji kembali izin-izin perusahaan yang beroperasi apakah sudah menerapkan konsep sustainability sesuai aturan RSPO.

Mencabut izin perusahaan perkebunan yang tidak kunjung menyelesaikan konfliknya dengan masyarakat dan menjadi penengah membela hak rakyat yang dirugikan.

Menangkap oknum pejabat dan memroses aparat yang bermain seputar proses perizinan tersebut

Bagi yang mau membaca dan mempelajari Rancangan Undang-undang tentang Masyarakat Adat silahkan baca di sini: http://www.dpr.go.id/

Sekian dulu, nanti disambung kembali.

26 July 2020

Bawahan kurang beres tidak perform, tanggung jawab pemimpin!

Diskusi atasan bersama rekan kerja Sumber: http://portal.tahupedia.com/

Dalam lingkungan pekerjaan seringkali kita mendapati teman sekerja yang tidak cakap atau tidak beres dalam melakukan pekerjaan. Sudah dicoba berkali-kali dengan berbagai tugas dan tanggung jawab namun tetap saja tidak memuaskan. Lantas ada yang berkata bahwa dimana peran pemimpin yang memberikannya tugas?

Alhasil, ketika dievaluasi mungkin tidak sedikit pemimpin yang menunjukan sikap dalam memberikan penilaian yang subjektif sebagai respon ketidakpuasan. Apalagi setiap pemimpin itu merasa sudah cukup dalam memberikan arahan, namun oleh karena apa penyebabnya karyawan tetap saja tidak kompeten atau tidak perform. Harapan dalam bekerja sudah tipis, setiap orang berfokus pada kesalahan pekerja tanpa mencari apa penyebabnya memang ini situasi yang konyol. Seorang pemimpin yang baik tidak akan membiarkan bawahannya menanggung kesalahan sendiri. 

Seorang pemimpin tidak jemu-jemunya membimbing bawahannya alias tidak membiarkannya berkembang secara alami saja, disisi lain mengharapkan hasil yang maksimal. Seorang pemimpin tidak hanya diperlukan memimpin dalam keadaan senang. Mereka juga harus mampu memimpin pengikutnya dalam keadaan susah, ditekan dan disalahkan oleh orang lain. Bukan menyerahkan semua kesalahan kepada mereka lalu lepas tangan dan menonton apa yang akan terjadi berikutnya.

Di dalam teori kepemimpinan memang setiap pemimpin memiliki gaya kepemimpinannya masing-masing, sehingga tidak bisa menyamakan gaya kepemimpinan satu dengan yang lainnya. Namun begitu setiap pemimpin harus memahami sesuatu yang prinsipil dalam memimpin. Gaya kepemimpinan ini menyangkut juga perilaku pemimpin itu. Bagaimana strategi dalam memberikan perintah atau instruksi, memotivasi karyawan, komunikasi dengan seluruh anggota timnya, maupun komunikasi antar pimpinan dalam pekerjaan.

Kebanyakan orang membayangkan menjadi seorang pemimpin itu memiliki tugas yang berat. Berat ringannya tergantung dari kemampuan pemimpinnya dalam menjalankan tugasnya. Seorang pemimpin memiliki tanggung jawab lebih dari pada pengikutnya. Jika kamu tidak mau memiliki tanggung jawab lebih, jangan pernah menjadi pemimpin tetapi cukuplah menjadi pengikut. Pemimpin harus mengajarkan sesuatu kepada bawahannya. Pemimpin juga harus memperhatikan perkembangan mereka. Mereka juga HARUS SETIA memantau apa yang terjadi pada bawahan dan tidak jemu-jemunya memberikan bimbingan kepada mereka sebagai bentuk perhatiannya kepada mereka.

Sang pemimpin juga akan menegur pengikutnya jika melakukan kesalahan berat. Lalu juga mengajari mereka supaya tidak mengalami kesalahan lagi. Jika harus menanggung kesalahan dan beban bawahannya, mereka harus siap. Merekalah orang pertama yang akan berbicara menyampaikan pertanggungjawaban mereka atas apapun yang dilakukan bawahan mereka. Sehingga dengan demikian suasana kerja dan profesionalitas tercipta dengan baik, serta memberikan dampak positif di lingkungan kerja.


Sumber:
1. https://hrgathering.wordpress.com/2013/03/26/pemimpin-siap-menanggung-beban/
2. https://www.studilmu.com/blogs/details/apa-saja-teori-kepemimpinan-yang-penting-untuk-kita-ketahui

16 July 2020

Kitab Suci Mengajarkan Pengakuan Dosa kepada Imam

Ilustrasi Absolusi Penitensi Gereja Katolik
(Sumber: Hidup Katolik)

Yohanes 20:22-23- “Dan sesudah berkata demikian, Ia [Yesus] mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.”

Banyak orang-orang non-Katolik berpikir bahwa pengakuan dosa kepada imam tidak diajarkan di dalam Kitab Suci. Menurut mereka, agar dapat diampuni bahkan dari dosa-dosa yang berat, sesorang hanya harus percaya kepada Yesus, atau sebanyak-banyaknya, mengakui dosa-dosa tersebut kepada Allah. Tetapi, pendapat ini – bahwa pengakuan dosa kepada imam tidaklah diperlukan untuk dosa-dosa berat setelah pembaptisan – bertentangan dengan apa yang diajarkan di dalam Kitab Suci.

DI DALAM PERJANJIAN LAMA, SESEORANG HARUS MENGUNJUNGI IMAM UNTUK DAPAT DIAMPUNI
Jika seseorang berbuat dosa di dalam Perjanjian Lama, ia tidak bisa hanya mengakui dosanya kepada Allah dan menyelesaikan perkara tersebut. Tidak, ia harus pergi mengunjungi imam. Hal ini diajarkan di dalam kitab Imamat, salah satu kitab pertama Perjanjian Lama. 

Berikut adalah sebuah contoh yang baik:
Imamat 5:1-10- “Apabila seseorang berbuat dosa...apabila ia bersalah dalam salah satu perkara itu, haruslah ia mengakui dosa yang telah diperbuatnya itu, dan haruslah ia mempersembahkan kepada TUHAN sebagai tebusan salah karena dosa ...menjadi korban penghapus dosa... Haruslah ia membawanya kepada imam, dan imam itu haruslah lebih dahulu mempersembahkan burung untuk korban penghapus dosa itu... Dengan demikian imam mengadakan pendamaian bagi orang itu karena dosa yang telah diperbuatnya, sehingga ia menerima pengampunan.”

Di dalam ayat ini, kita melihat bahwa peran imam diperlukan untuk pengampunan dosa. Hal ini diajarkan sepanjang kitab Imamat dan kitab-kitab dasar Perjanjian Lama. Berikut contoh yang lain:

Imamat 19:21-22- “Laki-laki itu harus membawa tebusan salahnya kepada TUHAN ke pintu Kemah Pertemuan, yakni seekor domba jantan sebagai korban penebus salah. Imam harus mengadakan pendamaian bagi orang itu dengan domba jantan korban penebus salah di hadapan TUHAN, karena dosa yang telah diperbuatnya, sehingga ia beroleh pengampunan dari dosanya itu.”

SESEORANG HARUS MENGUNJUNGI IMAM AGAR DAPAT MENJADI TAHIR (BERSIH – TIDAK LAGI HARAM)
Seseorang tidak hanya harus menemui imam untuk diampuni akan dosa-dosanya (seperti yang dijelaskan ayat-ayat berikut), tetapi agar ia menjadi tahir. Di dalam Perjanjian Lama, orang-orang akan menjadi najis setelah melakukan hal-hal tertentu yang Allah katakan akan menajiskan seseorang. 

Agar ia dapat menjadi tahir, sang imam harus campur tangan. Yesus membuat rujukan ini di Lukas 5:13-14.
Lukas 5:13-14- “Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya. Yesus melarang orang itu memberitahukannya kepada siapapun juga dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.”

Imamat 12:6-8- “Bila sudah genap hari-hari pentahirannya...Tetapi jikalau ia tidak mampu untuk menyediakan seekor kambing atau domba, maka haruslah ia mengambil dua ekor burung tekukur... dan imam itu harus mengadakan pendamaian bagi perempuan itu, maka tahirlah ia.”

Imamat 13:27- “Pada hari yang ketujuh imam harus memeriksa lagi dia; jikalau panau itu memang meluas pada kulit, maka haruslah imam menyatakan dia najis, itu penyakit kusta.”

Imamat 14:11, 19-20- “Imam yang melakukan pentahiran itu harus menempatkan orang yang akan ditahirkan... Imam harus mempersembahkan korban penghapus dosa dan dengan demikian mengadakan pendamaian bagi orang yang akan ditahirkan dari kenajisannya... Kemudian imam harus mempersembahkan korban bakaran dan korban sajian di atas mezbah. Dengan demikian imam mengadakan pendamaian bagi orang itu, maka ia menjadi tahir."

ALLAH MEMILIKI IMAM-IMAM; ALLAH MEMILIKI IMAMAT; ALLAH MENDAMAIKAN ORANG-ORANG LEWAT PARA IMAM
Sekarang, seseorang dapat berkata: tetapi itu Perjanjian Lama. Bagaimana dengan di Perjanjian Baru setelah Yesus telah datang? Kita akan melihat bahwa Perjanjian Baru mengajarkan pengakuan dosa kepada imam. Tetapi poin-poin Perjanjian Lama penting untuk dipertimbangkan, pertama karena mereka menunjukkan bagaimana Allah bekerja dan bagaimana Ia telah bekerja di sepanjang sejarah keselamatan. Allah memiliki imam-imam; Allah telah menetapkan imamat; Allah mengampuni dan mendamaikan orang-orang lewat imam. Orang-orang harus mengunjungi imam untuk diampuni.

Sakramen Tobat berlangsung dengan seorang peniten (orang yang mengaku dosa) yang mengunjungi imam, yang, setelah sang peniten mengakui dosa-dosanya, memberikan absolusi (pelepasan dari dosa-dosa) dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.

Di Bilangan 3, kita melihat sebuah rujukan kepada sebuah penugasan imamat, yang dengan sendirinya harus memegang jabatan khusus.

Bilangan 3:10- “Tetapi Harun dan anak-anaknya haruslah kautugaskan untuk memegang jabatannya sebagai imam, sedang orang awam yang mendekat harus dihukum mati...”

Bilangan 3:3 juga berkata bahwa tangan-tangan para imam telah dikuduskan; tetapi rujukan ini telah dihapus dari Alkitab Protestan.

Bilangan 25:11-13- “Pinehas, anak Eleazar... Sebab itu katakanlah: Sesungguhnya Aku berikan kepadanya perjanjian keselamatan yang dari pada-Ku untuk menjadi perjanjian mengenai keimaman selama-lamanya bagi dia dan bagi keturunannya, karena ia telah begitu giat membela Allahnya...

Pada Ulangan 17:9 dan 24:8, kita membaca tentang perlunya mengikuti pedoman dari para imam. Pada Ulangan 26:1-5, kita membaca tentang persembahan hasil usaha pertama kepada para imam.

BILANGAN 5 TENTANG PERLUNYA PENGAKUAN DOSA
Bilangan 5:6-7- “Apabila seseorang, laki-laki atau perempuan, melakukan sesuatu dosa terhadap sesamanya manusia, dan oleh karena itu berubah setia terhadap TUHAN, sehingga orang itu menjadi bersalah, maka haruslah ia mengakui dosa yang telah dilakukannya itu...”

Selebihnya, bab ini mengandung perintah-perintah yang melibatkan para imam pada setiap kesempatan. Misalnya:
Bilangan 5:14-16- “...apabila roh cemburu menguasai suami itu, sehingga ia menjadi cemburu terhadap isterinya, walaupun perempuan itu tidak mencemarkan dirinya, maka haruslah orang itu membawa isterinya kepada imam... Maka haruslah imam menyuruh perempuan itu mendekat dan menghadapkannya kepada TUHAN.”

Maka, pada Bilangan bab 5, kita melihat sebuah contoh yang jelas tentang pengakuan dosa, juga perantaraan para imam. Pada Bilangan 6:11, bab yang mengikuti langsung bab 5 kita melihat bahwa “imam mengolah yang seekor menjadi korban penghapus dosa dan yang lain menjadi korban bakaran, dan mengadakan pendamaian bagi dia...”

DOSA-DOSA TELAH DIAMPUNI LEWAT IMAM
Pada Bilangan 15, kita melihat lagi bahwa dosa-dosa telah diampuni lewat imam.

Bilangan 15:22-25- “Apabila kamu dengan tidak sengaja melalaikan salah satu dari segala perintah ini, yang telah difirmankan TUHAN kepada Musa... haruslah segenap umat mengolah seekor lembu jantan muda sebagai korban bakaran... Maka haruslah imam mengadakan pendamaian bagi segenap umat Israel, sehingga mereka beroleh pengampunan...” Hal ini diulangi di Bilangan 15:28.

KELUARAN DAN IMAMAT MENGAJARKAN BAHWA PARA IMAM HARUS MENGENAKAN PAKAIAN KHUSUS: JUBAH
Pada Keluaran 28:1-3, kita membaca tentang tugas para imam, dan bahwa para imam mengenakan pakaian khusus.

Keluaran 28:1-3- “Engkau harus menyuruh abangmu Harun bersama-sama dengan anak-anaknya datang kepadamu... untuk memegang jabatan imam bagi-Ku... Haruslah engkau membuat pakaian kudus bagi Harun... menguduskan dia, supaya dipegangnya jabatan imam bagi-Ku.”

Kita melihat hal yang sama di Imamat 16:32.
Imamat 16:32- “Dan pendamaian harus diadakan oleh imam yang telah diurapi dan telah ditahbiskan untuk memegang jabatan imam menggantikan ayahnya; ia harus mengenakan pakaian lenan, yakni pakaian kudus.”

IMAMAT MENGAJARKAN BAHWA TERDAPAT PERAYAAN-PERAYAAN KHUSUS: HARI RAYA WAJIB
Di Imamat 23:4, kita membaca tentang hari-hari perayaan, atau hari-hari raya wajib yang harus ditaati.

Imamat 23:4- “Inilah hari-hari raya yang ditetapkan TUHAN, hari-hari pertemuan kudus, yang harus kamu maklumkan masing-masing pada waktunya yang tetap.”

Tidak diragukan bahwa Allah telah menetapkan sebuah imamat. Allah menetapkannya agar manusia dapat berdamai, diampuni, dan ditahirkan lewat pelayanan para imam. Itulah bagaimana Allah bekerja dalam Hukum Lama. Bagaimana dengan yang Baru?

YESUS TIDAK DATANG UNTUK MENGHANCURKAN HUKUM TAURAT MELAINKAN UNTUK MEMENUHINYA - IA MENDIRIKAN SEBUAH IMAMAT
Matius 5:17-18- “[Yesus berkata] Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

Yesus tidak datang untuk meniadakan hukum Taurat dan nabi-nabinya, melainkan untuk menggenapinya. Tidak ada keraguan bahwa Hukum Baru melebihi yang Lama. Yang baru jauh melebihi yang lama sampai ia menjadikan yang lama usang. Yesus memenuhi semua tokoh dan nubuat Hukum Lama. Ia membuat sebuah perjanjian yang Baru dan yang lebih sempurna, menjadikan yang Lama tidak lagi berlaku (Ibrani 8:13).

Tetapi Hukum yang Baru, yang merupakan sebuah pemenuhan, memiliki kemiripan dengan Hukum Lama. Contohnya di dalam Perjanjian Lama, terdapat 12 suku dengan 12 pemimpin suku, dan Musa memiliki 70 tua-tua, seperti halnya pula di Perjanjian Baru, Yesus memiliki 12 rasul dan 70 murid lain, seperti yang kita baca di Lukas 10. Contoh lain adalah bagaimana Yesus mewarisi takhta Daud seperti yang kita baca di Lukas 1:32 dan Kisah Para Rasul 2:30.

Lukas 1:32- “Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya.”

Yesus dan Kerajaan rohani-Nya (Gereja-Nya) memenuhi apa yang ditandakan di dalam Kerajaan Daud di dunia.
Sebuah contoh lain tentang bagaimana Hukum Baru berhubungan dengan Hukum Lama adalah bagaimana, di dalam Perjanjian Lama, seorang ayah memberikan berkatnya kepada anak lelakinya lewat penumpangan tangan. Di Ulangan 34:9, kita melihat bahwa kekuasaan rohani diturunkan dari Musa kepada Yosua lewat penumpangan tangan. Seperti ini pula, di Perjanjian Baru para imam ditahbiskan lewat penumpangan tangan, seperti yang kita baca di 2 Timotius 1:6.
Maka poin hal ini adalah bahwa walaupun Kerajaan Yesus dan Hukum Baru melampaui dan membuat Hukum yang lama usang, Hukum Baru tetap memenuhi, menyempurnakan dan berhubungan dengan Hukum Lama dalam berbagai bentuk. (Harus ditunjukkan bahwa pengampunan dosa atau pembenaran di dalam Perjanjian Lama adalah pengampunan dosa yang lebih rendah, yang menjauhkan murka Allah, tetapi tidak sepenuhnya menghapus dosa manusia. Pengampunan dosa yang penuh tidak dapat terjadi sampai datangnya Yesus Kristus dan Hukum Baru. Lihat Ibrani 10:4.)

Maka, seperti hanya terdapat sebuah imamat di dalam Perjanjian Lama, terdapat juga sebuah imamat di dalam Perjanjian Baru. Para Rasul dijadikan para imam dan uskup oleh Yesus Kristus.

YESUS MEMBERIKAN KEPADA PARA RASUL KEKUATAN UNTUK MENGAMPUNI DOSA
Yesus memberikan imam-imam kekuatan untuk mengampuni dosa. Kita melihat hal ini dengan jelas di Yohanes bab 20.
Yohanes 20:21-23- “Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu. "Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.”

Yesus berkata bahwa jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.

Para Rasul hanya dapat menentukan dosa-dosa mana yang diampuni dan dosa-dosa mana yang tetap ada jika mereka mendengar pengakuan dosa. Ayat di atas membuktikan bahwa Yesus mendirikan pengakuan dosa kepada para imam.

SEBAGAI PUTRA MANUSIA, YESUS MEMILIKI KEKUATAN DI BUMI UNTUK MENGAMPUNI DOSA
DAN IA DAPAT DAN TELAH MENGANUGERAHKAN KEKUATAN TERSEBUT KEPADA ORANG-ORANG LAIN

Walaupun arti dari Yohanes 20:23 sangat jelas, terdapat sebuah poin lain yang harus dicatat tentang hal ini. Pada Matius 9:6-8, kita membaca:
Matius 9:6-8- “[Yesus berkata] Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--:"Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" ... Maka orang banyak yang melihat hal itu takut lalu memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia.”
Yesus adalah Allah dan manusia dalam waktu yang bersamaan, tetapi perhatikan bahwa ayat ini menggarisbawahi bahwa Ia memiliki kekuasaan sebagai Putra manusia untuk mengampuni dosa-dosa. Karena Yesus memiliki kekuasaan untuk mengampuni dosa-dosa sebaga Putra manusia, seperti yang diperjelas di Mat. 28:18, sewaktu Ia berkata bahwa Ia telah diberikan seluruh kuasa di Surga dan di Bumi, maka Ia dapat menganugerahkan kuasa tersebut kepada orang-orang lain. 

Lihatlah Yohanes 20:21 lagi:
Yohanes 20:21-23- “Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.”
Seperti Yesus telah diutus sebagai Putra manusia dengan kekuatan di Bumi untuk mengampuni dosa-dosa, Ia mengutus para Rasulnya untuk memberikan pengampunan-Nya kepada orang-orang lain.

PAULUS BERKATA BAHWA PARA IMAM MENDAMAIKAN MANUSIA DENGAN ALLAH DI TEMPAT KRISTUS
Inilah mengapa St. Paulus, yang dijadikan seorang imam dan uskup dalam Gereja berkata demikian:
2 Korintus 5:18-20- “Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami... Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.”

Ayat ini membuat sangat jelas bahwa Yesus telah mengutus Rasul-rasul-Nya untuk menjadi pelayan-pelayan untuk pendamaian dan pengampunan dosa. Itulah mengapa Gereja telah mengajarkan bahwa para imam, dengan mendengarkan pengakuan dosa, berdiri di tempat Kristus. Mereka bukanlah sebuah penghalang menuju Kristus, tetapi adalah jalan, sebuah saluran pendamaian-Nya, seperti yang St. Paulus katakan: “dalam nama Kristus kami meminta kepadamu, berilah dirimu didamaikan dengan Allah.”

Sebagaimana para rasul telah diberikan kekuatan untuk mengampuni dosa, begitu pula para penerus mereka, para imam Katolik, telah diwariskan kekuatan tersebut turun-temurun sewaktu mereka ditahbiskan.

Inilah alasan bahwa Yesus memberikan para Rasul-Nya kekuatan untuk mengampuni dan menetapkan dosa-dosa di dalam Yohanes 20:23, segera setelah mengutus mereka di Yohanes 20:21 (seperti Bapa-Nya telah mengutus-Nya).
Terlebih lagi, di dalam Kisah Para Rasul, kita membaca bahwa orang-orang datang dan mengaku dosa-dosa dari perbuatan mereka.

Kisah Para Rasul 19:17-18- “Hal itu diketahui oleh seluruh penduduk Efesus, baik orang Yahudi maupun orang Yunani, maka ketakutanlah mereka semua dan makin masyhurlah nama Tuhan Yesus. Banyak di antara mereka yang telah menjadi percaya, datang dan mengaku di muka umum, bahwa mereka pernah turut melakukan perbuatan-perbuatan seperti itu.”
Semua hal ini menunjukkan tanpa keraguan bahwa Yesus telah menetapkan pengampunan dosa kepada para imam.

YESUS MEMBERIKAN PARA RASULNYA KEKUATAN UNTUK MENGIKAT DAN MELONGGARKAN DOSA-DOSA
Hal ini memastikan lebih jauh lagi bahwa Kitab Suci mengajarkan pengakuan dosa kepada imam, kita melihat bahwa para Rasul diberikan kekuatan untuk mengikat dan melonggarkan di Matius 18:18.

Matius 18:18- “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”

Hal ini memiliki penerapan kepada pengampunan dosa, dan bahwa Yesus menganugerahkan kuasa-Nya kepada uskup-uskup dan imam-imam yang sah di dalam Gereja-Nya yang Satu dan sejati.

Kuasa yang digunakan oleh para imam dan uskup harus digunakan di bahwa kuasa dari Kunci yang diberikan hanya kepada St. Petrus di Matius 16:18-19.

JIKA KITA MENGAKU DOSA KITA, MAKA IA SETIA DAN ADIL, SEHINGGA AKAN MENGAMPUNI SEGALA DOSA KITA
1 Yohanes 1:9- “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”

Perhatikan bahwa ayat tersebut berkata “jika” kita mengaku dosa kita, Ia setia dan adil hanya untuk mengampuni dosa-dosa kita. Ayat ini tidak berbicara bahwa Ia akan mengampuni dosa-dosa kita selama kita percaya.

YAKOBUS 5 MENGAJARKAN SAKRAMEN KATOLIK YAITU PENGURAPAN ORANG SAKIT
Di Yakobus 5, kita melihat sebuah rujukan untuk mengakui dosa-dosa, para imam, dan pengampunan dosa.

Yakobus 5:14-16- “Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat [imam], supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan. Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni. Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.”

Ayat ini adalah bukti klasik untuk sakramen Katolik yaitu Perminyakan. Sakramen Perminyakan adalah sakramen Katolik yang diterima pada waktu orang mati; ini adalah sebuah pengurapan oleh seorang imam dan sebuah ritual yang, bila diterima semestinya, menguatkan seseorang di waktu ajal dan mengampuni dosa-dosanya. Di dalam ayat Yakobus 5 ini, kita membaca bahwa anda harus “saling mengaku dosa.” Pedoman ini datang secara langsung setelah rujukan untuk memanggil penatua-penatua/imam-imam di dalam Gereja. Hal ini menunjukkan kepada kita, sekali lagi, perlunya mengaku dosa dan dibutuhkannya imam-imam, serta hubungan antara keduanya.

Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa Perjanjian Baru mengajarkan bahwa pengakuan dosa kepada seorang imam diperlukan untuk pengampunan dosa berat yang dilakukan setelah pembaptisan. Itulah mengapa Gereja Katolik, satu-satunya Gereja sejati Kristus, telah mengajarkan hal tersebut selama hampir 2000 tahun.

BAPA-BAPA GEREJA PERDANA MENGAJARKAN PENGAKUAN DOSA
Bapa-bapa Gereja juga percaya akan pengakuan dosa dan mengajarkan bahwa hal ini diperlukan. Kesaksian mereka memastikan bahwa pengakuan dosa adalah ajaran benar dari Yesus Kristus dan Kitab Suci.

Di dalam hari-hari muda Gereja, pengakuan dosa dilakukan kadangkala secara umum kepada imam atau kepada uskup di depan orang lain di dalam kongregasi, dan kadangkala mereka dilakukan secara pribadi.

Salah satu bukti terbaik untuk pengakuan dosa dari bapa-bapa Gereja datang dari penulis Gereja Perdana, Origen, tertanggal kira-kira 245 Masehi.

Origen, Commentary on Luke 2 {Komentar tentang Lukas 2}, 245 Masehi- “... jika kita telah berdosa, kita harus mengumumkan: Saya telah mengakui dosa saya kepadamu, dan perbuatan salah saya tidak saya sembunyikan. Saya berkata bahwa saya akan mengakui perbuatan salah saya sendiri kepada Tuhan. Karena setelah kita melakukan hal ini, DAN JIKA KITA TELAH MENGUMUMKAN DOSA-DOSA KITA, BUKAN DIRI KITA SENDIRI KEPADA TUHAN, TETAPI KEPADA MEREKA YANG JUGA DAPAT MENYEMBUHKAN DOSA-DOSA DAN LUKA-LUKA KITA, DOSA-DOSA KITA AKAN DIHAPUSKAN OLEHNYA.” (Sunday Sermons of the Great Fathers {Khotbah Minggu Para Bapa Agung}, Regnery Co: Chicago, IL, 1963, Vol. 1, hal. 172)

Origen mengajarkan dengan jelas bahwa pengakuan diri sendiri kepada Tuhan tidaklah cukup; seseorang harus mengaku dosa kepada para imam.

Didache (Manuskrit ajaran-ajaran Kekristenan awal) 4:14, 14:1, 70 Masehi- “Akuilah dosa-dosamu di dalam gereja, dan jangan pergi berdoa dengan hati nurani yang jahat. Inilah cara untuk hidup... Pada Hari Tuhan berkumpulah bersama, membagi-bagi roti, dan mengucap syukur, setelah mengakui dosa-dosamu agar kurbanmu menjadi murni.”

The Letter of Barnabas {Surat Barnabas} 19, 74 Masehi- “Kamu harus mengakui dosa-dosamu. Kamu tidak boleh pergi berdoa dengan hati nurani yang jahat. Ini adalah jalan terang.”

St. Ignatius dari Antiokhia, Letter to Philadelphians (Surat kepada jemaat di Filadelfia) 8, 110 Masehi- “Kepada mereka yang bertobat, Tuhan memberikan pengampunan, jika mereka menyerah dalam penitensi (penyesalan) kepada kesatuan Allah dan persatuan para uskup.”

St. Ireneus, Against Heresies (Melawan Bidaah) 1:22, 185 Masehi- “Beberapa dari para wanita ini membuat pengakuan dosa secara umum, tetapi yang lain malu untuk melakukan hal ini, dan dalam kesunyian, seperti halnya mereka menjauhkan diri dari harapan hidup dari Allah, mereka menjadi murtad seluruhnya atau bimbang antara kedua hal tersebut.”

Tertulianus, Repentance (Pertobatan) 10:1, 203 Masehi- “[Tentang pengakuan dosa, beberapa orang] menghindari perbuatan ini karena hal tersebut membongkar kelakuan mereka, atau mereka menunda hal tersebut hari demi hari. Saya menduga bahwa mereka lebih memperhatikan kesederhanaan daripada keselamatan, bagaikan mereka yang mengidap sebuah penyakit di bagian tubuh yang memalukan dan menjadi malu untuk membuat dokter tahu akan hal tersebut, dan dengan demikian mereka mati bersama rasa malu mereka.

St. Siprianus dari Kartago, The Lapsed {Lapsi} 28, 251 Masehi- “Betapa mereka memiliki iman yang lebih besar, orang-orang yang... mengakui dosa mereka kepada imam-imam Allah dengan cara yang langsung dan di dalam duka, membuat pengumuman terbuka akan hati nurani mereka... Saya memohon kepada kalian, saudara-saudara, semua yang telah berdosa agar mereka mengakui dosanya agar sewaktu ia masih ada dalam dunia, sewaktu pengakuan dosanya masih bisa diterima, sewaktu kepuasan dan pengampunan dosa yang dibuat oleh para imam masih bisa menyenangkan Tuhan.”
{Jurgens, The Faith of the Early Fathers {Iman Bapa-Bapa Gereja Perdana}, Vol. 1:553}

St. Basilius Agung, Rules Briefly Treated {Pembahasan Singkat Aturan-Aturan} 288, 374 Masehi- “Kita perlu mengakui dosa-dosa kita kepada mereka yang dipercayakan misteri oleh Allah. Mereka yang melakukan penitensi yang dulu telah melakukannya sebelum para santo-santa. Ada tertulis di dalam Kitab Suci bahwa mereka telah mengakui dosa-dosa mereka kepada Yohanes Pembaptis [Mat 3:6], tetapi di dalam Kisah Para Rasul [19:18] mereka mengaku dosa kepada para Rasul.”

St. Yohanes Krisostomus, Imamat 3:5 {The Priesthood 3:5}, 387 Masehi- “Para imam telah menerima sebuah kekuatan yang Allah telah berikan, tidak kepada malaikat, tidak pun kepada para malaikat agung. Telah dikatakan kepada mereka: ‘Apapun yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.’... Para imam... dapat mengikat dengan ikatan akan jiwa itu sendiri yang menembus surga. Bukankah [Tuhan] telah memberikan mereka seluruh kekuatan surga? ‘ "Jikalau kamu mengampuni dosa orang’, kata-Nya, ‘dosanya diampuni’, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."

St. Ambrosius dari Milan, Penance 1:1 {Penitensi 1:1}, 388 Masehi.- “Untuk mereka yang telah diberikan [kuasa untuk mengikat dan melepas]... Karena kuasa ini telah dianugerahkan hanya kepada para imam.”

St. Hieronimus, Commentary on Ecclesiastes 10:11 {Komentar tentang Pengkhotbah 10:11}, 388 Masehi – Jika sang ular, sang iblis, menggigit seseorang diam-diam, ia telah menginfeksikan orang tersebut dengan racun dosa. Dan jika orang yang telah digigit tetap diam dan tidak melakukan penitensi dan tidak mau mengakui lukanya... maka saudaranya dan tuannya, yang memiliki kata-kata [absolusi] yang akan menyembuhkannya, tidak akan dapat membantunya.

Semua ini membuktikan bahwa Kitab Suci mengajarkan untuk mengakui dosa kepada imam. Gereja Katolik telah setia kepada ajaran Kitab Suci ini karena Gereja Katolik adalah Gereja Kristus yang satu dan sejati.


Sumber:
Facebook Fides Catholica Network (FCN). Penulis blog sudah meminta ijin kepada pemosting konten Aaron Morgan Truly Pangalila di FCN untuk reposting konten ini.

22 June 2020

Kerja online nanti lanjut kerja offline hanya di Google Drive begini caranya.

Bagi yang sudah biasa menggunakan komputer sudah tidak asing lagi dengan aplikasi microsoft office. Mau ngetik-ngetik surat pakai Word, ngitung-ngitung pakai Excel, kalau presentasi dengan Powerpoint. Mau ngetik di mana saja tinggal bawa laptop semua bisa dikerjakan dan beres. Cukup praktis bila mau berbagi atau mengirimkan dokumen kepada orang lain, tinggal di email atau dikirim via sosmed biasanya whatsapp bagi yang sudah ada jaringan internet.

Komputer yang dijual di Indonesia kebanyakan menggunakan OS (operating system) Windows bajakan sehingga kalau terjadi masalah keamanan pada komputer, pihak Microsoft pemilik windows tidak bertanggung jawab. Untuk menggunakan windows dengan support penuh dan keamanan terjamin, kamu harus siap membayar untuk berlangganan yang saya rasa tidak murah.

Atau kamu tetap menggunakan windows bajakan tersebut dengan harap-harap cemas. Karena bagaimana pun menggunakan sesuatu yang dibajak pasti berisiko. Misalnya di Bandara Soekarno Hatta kerap melakukan pemeriksaan bagi penumpang yang tidak menggunakan OS atau windows yang asli.  CNN menulis 90% komputer di Indonesia memiliki peranti lunak bajakan! Bukan tidak bisa digunakan, masalahnya sebagian besar peranti lunak tersebut terinfeksi malware (software berbahaya) yang bisa membajak komputer mengontrol apa saja yang kamu lakukan di komputer sendiri, sampai mencuri data pribadi kamu, kemudian pembajak melakukan transaksi atas nama kamu, ini berbahaya bukan!

Kisah menggunakan OS yang tidak aman di atas menjadi alasan saya menulis mengapa kamu mulai berpikir menggunakan Google Drive. Menurut saya lebih aman menggunakan aplikasi yang berlisensi langsung dari Google dan mempersilahkan semua orang menggunakannya dengan gratis dan dengan support penuh. Google Drive memindai setiap dokumen yang diunggah dengan antivirusnya sampai batas 100 MB per file saya pikir ini jumlah yang cukup. Kita tidak perlu repot harus menginstal antivirus yang belum tentu juga aman di komputer.

Google Drive tempat menyimpan file Google Foto maupun Dokumen (Docs, Spreadsheet, Slide). Setiap orang diberikan space 15 GB free dan 30 GB GSuit (berbayar). Melalui Google Drive juga bisa langsung berbagi dokumen dengan yang rekan dan mengerjakan tugas secara online pada file halaman yang sama.

Kan, menggunakan Google Drive harus online kalau tidak ada internet bagaimana?
Google Drive bisa digunakan dalam keadaan online dan bila kamu ingin melanjutkan pekerjaan di rumah secara offline sendiri sepenuhnya bisa. Namun, pada Google Drive offline kita belum bisa berbagi dengan rekan untuk mengerjakan tugas pada file halaman yang sama kecuali saat online baru bisa berbagi file. Untuk menggunakan drive offline kamu harus melakukan beberapa penyetelan di komputer kamu. Ini juga sangat-sangat membantu komputer seperti macbook yang ketika dibeli pertama kali belum memiliki office. Sudah tidak sabar?

Unduh Google Chrome di komputer bagi yang belum terinstall.

Install dan aktifkan Ekstensi Google Dokumen Offline pada Chrome.

Buka Google Chrome, centang box offline di drive.google.com/drive/settings, sehingga dapat mengedit dokumen, spreadsheet, slide dan gambar ke komputer secara offline.

Oke sampai ini Chrome sudah disetel dapat membuka Google Drive secara offline.

Kemudian untuk dapat menggunakan dokumen (word), spreadsheet (excel), dan Slide (powerpoint) secara offline kamu harus menyetel setiap file "tersedia offline" pada Google Drive/Docs/Spreadsheet/Slide dengan cara klik kanan pada file kemudian aktifkan "tersedia offline".


Selanjutnya tinggal logout akun google dan matikan komputer. File-file yang sudah disetel "tersedia offline" dapat dibuka kembali di drive.google.com dalam keadaan tidak terkoneksi internet. Jadi tidak perlu ragu lagi bila kamu harus mengerjakan tugas dalam keadaan offline, so Google Drive pilihannya.

Selain dapat melanjutkan mengerjakan tugas secara offline. Kamu juga dapat langsung kerja menggunakan docs, spreadsheet maupun slide di Google Drive Offline. Lihat screenshot contoh tampilan di bawah ini:

Tampilan Google Drive Offline

Tampilan Google Docs Offline
Selamat mencoba. Good Luck!

09 June 2020

Cina dalam Dayak: Potret Inkulturasinya di Kalangan Dayak Mampawah-Kalimantan Barat


Motif Dayak Naga (Sumber: http://nobertamebang.blogspot.com/)

Manusia diciptakan hidup saling berdampingan oleh karena kasih karunia Allah. Tidak pantas manusia (sekelompok orang) mengklaim bahwa mereka suku yang paling sempurna, apalagi ada orang sampai mencela suku lainnya. Karena peradaban manusia sangat dipengaruhi oleh pola hubungan manusia satu dengan yang lainnya yang membentuk tatanan budaya yang hingga saat ini menjadi ciri khas dan jati diri manusia itu sendiri. Begitu pula hubungan antara orang "Cina" juga sebutan "sobat" dengan orang Dayak. Keduanya memiliki ikatan historis (keturunan) yang cukup kuat. Tidak peduli stereotipe negatif apapun yang diberikan kepada kedua bangsa ini, kalau kita mau belajar sejarah kita akan paham mengapa itu semua bisa terjadi. Kita hanya bersyukur kepada Tuhan sejarah indah ini menjadi bukti penyertaan-Nya bagi kaum Cina dan Dayak, serta suku-suku lainnya di bumi ini.

Pengantar
Orang Dayak memanggilnya “sobat” (sahabat), mereka memanggil Orang Dayak “darat”, kadang-kadang dipanggilnya juga dengan sebutan laci. Laci artinya anak keturunan. La = anak, Ci = orang atau keturunan. Anak hasil perkawinan Dayak dengan Cina disebut Pantokng dan sebaliknya anak hasil perkawinan Cina dengan Dayak dikenal sebagai Pantongla.

Tulisan ini hanya memotret singkat dalam konteks sejarah, bagaimana relasi Dayak dan Cina yang hampir sempurna, khususnya kenapa Orang Dayak memanggil Orang Cina “sobat”, sebuah tata nilai budaya yang sedemikian sempurna, sebagai perwujudan dari nilai-nilai hidup yang dijaga dan dikembangkan selama ini.

Cina Dalam Dayak; Potret Inkulturasinya
Kata La Ci seringkali diplesetkan orang luar untuk mempengaruhi relasi Dayak dengan Cina. Menurut Acui (2005), merujuk pada kata La Ci, mungkin mereka mengakui secara “implisit” bahwa Dayak adalah keturunan dari kelompok imigran yang telah datang masa 3000-1500 Sebelum Masehi. Panggilan “sobat” Orang Dayak kepada Orang Cina diatas bukanlah tanpa alas an. Dalam tradisi yang sangat sakral, misalnya dalam mitologi religiousnya, seorang tokoh Cina merupakan salah satu tokoh penting yang sangat dihormati bahkan diakui sebagai leluhur Orang Dayak. Disebutkan, ada 5 orang tokoh, yang mencipta adat: Ne Unte’ Pamuka’ Kalimantatn, Ne Bancina ka Tanyukng Bunga, Ne Sali ka Sabakal, Ne Onton ka Babao, dan Ne Sarukng ka Sampuro. Menurut pengakuan Singa Ajan (94 tahun, seorang Singa/Timanggong, tinggal di kampong Rees-Menjalin-Landak), Ne Bancina adalah leluhur Orang Cina, beliau tinggal di sebuah tanjung, yang bernama tanjung bunga, daerah pasir panjang-Singkawang sekarang ini.

Sebagaimana sejarahnya, Dayak adalah merupakan keturunan Bangsa Weddoid dan Negrito (Coomans,1987). Orang Negrito dan Weddoid telah ada di Kalimantan sejak tahun 8.000 SM. Mereka tinggal didalam gua dan mata pencaharian mereka berburu binatang. Kelompok ini menggunakan batu sebagai alat berburu dan meramu. Warisan Weddoide yang masih bertahan hingga hari ini dan melekat pada sebagian kecil Orang Dayak adalah menjadikan hewan anjing sebagai hewan sembelih dan kurban pada jubata (Tuhan). Ini terjadi karena pada waktu itu banyak anjing hutan yang liar yang hidup di daerah ini. Binatang ini menjadi hewan buruan yang mudah bagi kaum Weddoide yang masih memiliki peralatan dari batu. Namun, kelompok ini sekarang telah lenyap sama sekali, setelah kedatangan imigran baru yang dikenal sebagai Bangsa Proto Melayu atau Melayu Tua (Wojowasito, 1957). Proto Melayu merupakan imigran kedua yang datang sekitar tahun 3000-1500 SM. Menurut Asmah Haji Omar http://www.amazon.co.uk), peradaban kelompok ini lebih baik dari Negrito, mereka telah pandai membuat alat bercocok tanam, membuat barang pecah belah dan alat-alat perhiasan. Gorys Keraf (1984) mengatakan bahwa, kelompok imigran ini juga telah mengenal logam, sehingga alat perburuan dan pertanian sudah menggunakan besi.

Emas merupakan penyebab terjadinya salah satu migrasi utama Orang Cina ke Kalbar pada akhir abad ke-18 (Jackson,1970). Dari catatan sejarah, tahun 1745, 20 orang Cina didatangkan dari Brunei oleh Sultan Sambas dan Panembahan Mempawah untuk bekerja pada pertambangan emas, utamanya di Mandor (wilayah Mempawah) dan di Monterado (Sambas). Hasil emas mencapai puncaknya antara tahun 1790 dan 1820. Pada tahun 1810, produksi emas dari Kalbar melebihi 350.000 troy ons, dengan nilai lebih dari 3,7 juta dollar Spanyol (Raffles, 1817). Keberhasilan pertambangan emas ini, menyebabkan Sultan Sambas dan Panembahan Mempawah terus mendatangkan Orang Cina, hingga pada tahun 1770 orang Cina sudah mencapai 20.000 orang. Menghindari perkelahian sesama perantauan setali sedarah, Lo Fong Fak, pimpinan sebuah kongsi di Mandor menyatukan 14 kongsi yang tersebar dan mendirikan sebuah pemerintahan “republic” Lan Fang pada tahun 1777. Republic ini berkuasa selama 108 tahun, 1777 - 1884. Pada masa Presiden Lan Fang ke-10, Presiden Liu Konsin yang berkuasa sejak 1845-1848, Republik ini pernah melakukan pertempuran dengan Orang Dayak didaerah Mandor, Lamoanak, Lumut, dan sekitarnya, hasilnya Orang Dayak kalah dan sebagian kecil memilih bermigrasi kehilir Sungai Mandor, hingga akhirnya membentuk pemukiman diwilayah Kesultanan Pontianak. Mereka inilah yang menjadi leluhur Orang Dayak di Sei Ambawang. Perang ini dikenal sebagai “Perang Lamoanak”.

Sebagaimana bangsa lainnya, Orang Dayak sudah mengenal tradisi pertanian sebagai mata pencaharian. Dalam mitologinya, sebelum padi dikenal, mereka meramu dan mengumpulkan sagu liar (eugeissona utilis). Sagu liar ini banyak tumbuh ditanah-tanah lembab, dikenal dengan nama rawa-rawa. Mereka mengambil pati dari sagu ini, lalu memelihara tumbuhan sagu, seperti sekarang dilakukan oleh orang Ambawang, Kubu Raya. Untuk mencampur sagu ini, mereka juga mengumpulkan dan memetik “kulat karakng” (sejenis jamur) sebagai makanan pokok kedua.

Karena hasil emas mulai berkurang pada tahun 1820-an dan terus menurun dalam dua dasawarsa berikutnya semakin banyak orang Cina diwilayah Republik Lan Fang yang beralih keperdagangan dan pertanian dengan menanam padi, sayuran dan beternak babi. Hal ini sesuai dengan penelitian Jessup, bahwa tradisi pertanian, khususnya tanaman padi Orang Dayak setidaknya telah dilakukan sejak tahun 1820-an (Jessup, 1981) . Tanaman padi mungkin dibawa oleh imigran Cina ini (Bellwodd;1985). Bellwodd mencatat, padi liar dan padi-padian lain telah dibudidayakan dipunggung Daerah Aliran Sungai Yangtze yaitu dilahan-lahan basah musiman disebelah selatan Propinsi Kwang Tung, Fuk Chian, Yun Nan dan Kwang Sie. Hal ini cocok dengan sebuah tulisan (Asali;2005;3), yang menjelaskan bahwa imigran Cina yang datang ke Kalbar umumnya dari bagian selatan China, khususnya dari Propinsi Kwang Tung, Fuk Chian, Yun Nan, dan Kwang Sie. Orang Dayak kemudian berubah dari masyarakat pengumpul sagu liar menjadi masyarakat yang aktiv menanam padi (Ave, J.B., King, V.T, 1986) dan menyelenggarakan siklus pertanian yang sarat ritual (Atok;2003;19). Padi pertama yang ditanam dikenal dengan nama padi antamu’. Oleh Petani Dayak, hingga sekarang jenis padi ini selalu ditanam, istilahnya “Ngidupatn Banih” (melestarikan benih). Jika merunut sejarah tanaman padi ini, tidaklah mengherankan kalau dalam prosesi perladangan Dayak, dalam siklus tertentu dan keadaan tertentu pula, nyaris mengikuti kalender Cina. Penanggalan Cina amat berpengaruh dalam tradisi perladangan Dayak, hingga hari ini.

Pola pertanian dilahan basah, diyakini juga sebagai warisan Orang Cina di Kalimantan Barat. orang Dayak mengenalnya dengan istilah Papuk/ Gente’/Bancah (sawah). Budaya pertanian ini dibawa kelompok migrasi terakhir dari Propinsi Yun Nan terjadi tahun 1921-1929, ketika di Tiongkok (Cina) terjadi perang saudara. Saat ini, diberbagai tempat kita masih menjumpai nama sawah berasal dari kata Cina. Di Kampung Nangka, 102 Km dari Pontianak, kita dengan mudah mendapatkan nama tempat berasal dari Cina; Ju Tet, Kubita, Pahui, dll. Ini sekaligus bukti, bahwa pencetakan sawah awalnya diperkenalkan mereka. Latar belakang kelompok imigran baru ini memang kebanyakan petani Orang Hakka.

Selain itu, sejak tahun 1880, orang Cina juga mulai membuka perkebunan lada, gambir dan setelah tahun 1910 memulai perkebunan karet (Hevea brasiliensis;Euphorbiaceae) (lihat Dove,R.Michael;1988) . Acong (70 tahun), warga Sei Nyirih Selakau-Sambas, menceritakan pada saya bahwa pernah ada sebuah perusahaan besar “KAHIN”, milik Tjiap Sin. Perusahaan ini berdagang gambir, cengkeh, kopra dan lada, dijualnya ke Singapura. Ia memiliki kapal layar besar. Untuk ke Singapura, mereka hanya membutuhkan waktu sekitar 3 hari dari Selakau. Seiring menipisnya hasil Gambir, Cengkeh, Lada dan Kopra, pada tahun 1958, perusahaan ini tutup.

Pembauran Orang Dayak dengan Orang Cina yang terjadi sejak berabad-abad silam, menurunkan perilaku kebudayaan unik, khususnya peralatan adat istiadat dan hokum adat dalam budaya Dayak. Hari ini, masih dapat kita lihat dari alat-alat peraga adat (dan hukum adat) yang menggunakan keramik-keramik Cina. Pengaruh ini mungkin hasil dari perdagangan dan hubungan diplomasi mereka dengan bangsa Cina yang sempat tercatat dalam sejarah dinasti Cina dari abad ke-7 sampai abad ke-16. Pedagang Cina menukar keramik, guci anggur dan uang logam dengan hasil-hasil hutan yang dikumpulkan Orang Dayak seperti kayu gaharu, gading burung rangok (enggang), serta sarang burung walet. Pedagang dari Siam juga membawa guci-guci yang terbuat dari batu yang masih banyak digunaan Orang Dayak untuk mas kawin dan untuk upacara penguburan (Fridolin Ukur;1992).

Uniknya, pada peristiwa “demonstrasi” yang berlangsung sekitar 2 bulan, dari Oktober hingga November 1967, satu titik waktu dimana rezim Orde Lama beralih ke Orde Baru, Orang Dayak menyebarkan ”Mangkok Merah” sebagai media komunikasinya, untuk ”penghukuman sosial” terhadap Cina dipedalaman yang ditengarai berafiliasi dengan gerombolan PGRS/Paraku yang berideologi komunis. Ratusan ribu Orang Cina harus rela meninggalkan kampung-kampung dipedalaman, dimana sejak ratusan tahun mereka telah berinteraksi positif dengan Orang Dayak.

Tidak cuma itu, istilah keseharian dalam bahasa Cina dengan mudah kita temui dikalangan Orang Dayak. Di Kampung Rees, misalnya hampir semua proses pesta (baik pesta padi, perkawinan, sunatan, dll) istilah-istilah ini muncul. Dari menentukan waktu pesta (penanggalan Cina; ari segol, dll), nama tempat (tapsong, teosong,dll), nama alat (ten, teokang, dll), jenis masakan (saunyuk, tunyuk, dll) hingga prosesi makan (concok). Bahkan,alat-alat pesta maupun alat peraga adat (dan hokum adat) juga menggunakan prototive yang berasal dari Cina, misalnya; tempayan (tapayatn jampa, siam, manyanyi, batu, dll), mangkuk (mangkok), piring (pingatn), sendok (teokang), nampan (pahar), dll.

Dalam tradisi minuman, Cina dalam Dayak juga dapat kita lihat dari tradisi minuman keras, khususnya jenis arak. Sebelumnya Orang Dayak hanya mengenal tuak, yang terbuat dari saripati tanaman aren. Di Cina, minum arak sudah menjadi budaya yang tak terpisahkan. Oleh karena itu kita mengenal dewa mabuk dalam cerita-cerita kungfu. Arak, selain untuk meramu obat tradisional Cina, yang dikenal sebagai “tajok/pujok” oleh Orang Dayak juga sebagai bahan penyedap. Kini, arak telah menjadi bagian sehari-hari bagi kehidupan Orang Dayak.

Tak cuma itu, Cina dalam Dayak juga dapat dilihat dari persenjataan, khususnya pembuatan senjata api “senjata lantak” sebagai alat berburu dari Orang Cina. Bubuk mesiu ditemukan oleh ahli ahli kimia Cina pada abad ke-9 ketika sedang mencoba membuat ramuan kehidupan abadi. Bubuk mesiu ini dibawa tentara Cina yang menetap di Kalimantan setelah tujuan mereka menghukum Raja Kertanegara. Banyak bukti bahwa penggunaannya dengan belerang banyak dipakai sebagai obat (Wayne Cocroft; 2000). Sebelum mengenal senjata lantak dan mesiu, senjata untuk berburu dikalangan Orang Dayak masih berupa tombak dan sumpit. Tidak cuma itu, “judi” juga diperkenalkan kelompok etnik ini kepada Orang Dayak. Beragam jenis judi; Liong Fu, Te Fo, Kolok-Kolok, Sung Fu, dan lain-lain sangat digemari Orang Dayak hingga hari ini. Disetiap pesta, keramaian, warung/toko, dengan mudah ita menjumpai jenis-jenis permainan judi ini.

Dan bahkan, kegigihan Orang Cina dalam politik juga menjadi inspirasi bagi Orang Dayak. Sejak tahun 1941, mereka mulai mengembangkan diri dalam perjuangan politik. Sebagaimana diketahui, umumya kelompok Cina di Kalimantan Barat berasal dari Orang Hakka yang sangat terkenal keuletannya.Orang Hakka lebih independent-minded (berpikiran bebas), lebih mudah melepaskan diri dari tradisi dan menangkap idea baru untuk hidup. Tidak heran, orang Hakka adalah termasuk orang tionghoa yang cepat mengadopsi ide-ide Barat dibanding dengan yang lain dan mengkombinasikannya dengan budaya Hakka. Dan tekanan kepahitan hidup yang mereka rasakan menjadikan mereka lebih mudah menjadi kaum revolusioner, lebih progresif, dan lebih berani maju untuk menuntut pembaharuan, dan banyak pelopor-pelopor pembaharuan Cina modern berasal dari Hakka. Fleksibilitas orang Hakka dalam menyerap ide-ide baru, tidak bersikeras untuk mempertahankan tradisi lama yang menghambat, menjadikan Hakka sebagai etnis yang unik dalam sejarah China modern. Bukan kebetulan, kalau pemberontakan terbesar di China pada abad ke-19 yang melibatkan puluhan juta manusia, dan termasuk pemberontakan paling berdarah dalam sejarah kemanusiaan didunia, dimotori oleh orang Hakka. Literasi sejarah inilah yang kemudian disambung Orang Hakka di Kalimantan Barat dengan mendirikan sebuah Negara “republic” Lan Fang tahun 1777-1884. Selama Kolonial Belanda, republic ini pernah 2 kali berperang dengan Belanda, yakni tahun 1854-1856 dan tahun 1914-1916. Perang itu dinamakan “Perang Kenceng” oleh masyarakat Kalbar.

Sikap revolusioner Orang Cina juga muncul ketika Jepang menduduki Pontianak tahun 1941. Sekelompok Cina mendirikan organisasi bawah tanah dan menyiapkan diri untuk perang terbuka, namun niat ini menjadi hilang ketika hadir ”tragedi mandor”, sebuah pembunuhan massal oleh Jepang di Mandor, bekas ibukota Republik Lan Fang. Orang Cina kehilangan banyak sumberdaya manusia yang berkualitas dan mampu secara ekonomi. Dan karena sikap yang cenderung bersahabat dengan Orang Dayak, melalui Partai Persatuan Daya (PD), membuat sebagian elit Orang Cina yang lolos dari ”penyungkupan” berhasil mengkonsolidasi kekuatan politiknya, dan pada pemilu 1955 dan pemilu 1958, kelompok ini menang. Hal ini kemudian mengantarkan JC.Oevaang Oeray, tokoh Dayak asal Hulu Kapuas menjadi Gubernur Kalimantan Barat dan berhasil menempatkan dirinya sebagai refresentasi kelompok etnik yang berkuasa selama delapan (8) tahun. Dipergantian rezim Orde Lama ke rezim Orde Baru, hubungan Cina-Dayak terganggu dengan munculnya peristiwa “demonstrasi”, persahabatan sirna dan akibatnya puluhan ribu orang Cina harus rela “keluar” dari teritori Dayak dan mengkonsentrasikan diri di kawasan pesisir, yang selama ini menjadi teritori “Melayu”. Empat puluh satu tahun (41 tahun) terabaikan, dipenghujung tahun 2007, konsolidasi politik Orang Cina dan Orang Dayak menemukan klimaksnya, mereka kembali menempatkan dirinya sebagai refresentasi kelompok etnik yang berkuasa di Kalimantan Barat.

Penutup
Jika merujuk pada fakta budaya pada kelompok etnik Dayak Mampawah diatas, bagi saya, kemungkinan besar budaya Dayak sekarang ini merupakan hasil inkulturasi budaya Cina, walaupun kenyataannya menjadi budaya yang diakui sebagai tradisi Dayak. Mungkin saja, contoh diatas hanyalah contoh kecil dari inkulturasi Cina dalam Dayak. Saya memahami bahwa kebudayaan itu selalu bersifat dinamis, namun fakta bahwa tatanan social dan tradisi Dayak telah berinkulturasi secara tajam dan dalam dengan budaya Cina. Cina benar-benar telah masuk dalam diri Dayak, diberbagai bidang kehidupan, hingga hari ini.
________________________
Tulisan ini disampaikan pada Kongres Kebudayaan Kalimantan Barat, Pontianak, 25-27 Agustus 2008. Penulis adalah Ketua Palma Institute, mahasiswa Magister Ilmu Sosial Universitas Tanjungpura Pontianak.

Topik blog ini milik blog Yohanes Supriyadi. Penulis sudah meminta ijin untuk posting ulang kepada pemilik konten sesuai isi postingan aslinya.

Popular Posts