Cara membuat ragi tuak Dayak berkualitas.

Ragi sudah jadi siap pakai dan jual
Apakah Kamu pernah melihat bahkan mencoba merasakan minuman tuak khas Kalimantan? Di dalam segelas tuak dapat bermakna sosial dan ilmu pengetahuan loh. Bermakna sosial bila diminum menjadi mabuk akhirnya tidak malu dan cepat menyatu dengan pergaulan wilayah setempat dan bermakna ilmu pengetahuan karena ragi menggunakan jasa mikroba dalam proses fermentasi makanan yang membuat kita sedikit penasaran mengetahuinya.

Sebutan tuak (rice wine) bisa sama untuk setiap daerah berem, bram, yaitu nama yang mengarah pada minuman khas yang dibuat pada daerah tersebut yang rasanya keras. Tidak semua kelompok suku Dayak yang memiliki tradisi dan budaya membuat tuak ini. Untuk melihat secara pasti apakah suatu daerah memiliki tuak dilihat dari acara-acara besar dimana sebagian besar menjadikan tuak minuman syarat adat setiap acara tersebut. Hampir semua Suku Dayak yang tinggal di perhuluan sungai di Kalimantan membuat minuman tuak ini untuk konsumsi sehari-hari maupun untuk kegiatan pesta atau hari besar.

Ada sebutan raja tuak yang menunjukan orang yang mampu minum tuak dalam jumlah yang banyak dari orang biasanya. Rasa khas keras tuak sudah biasa dirasakan suku Dayak bahkan mereka bisa merasakan tuak mana yang "enak" atau "tidak enak" yang biasa-biasa saja. Memang tidak ada standar khusus dalam menentukan rasa tuak, hal ini tergantung yang merasakan dan cara pembuatannya. Kamu yang sudah kemana-mana merasakan tuak pasti akan tahu tuak mana yang "enak". Dibalik rasa-rasa yang dirasakan para penikmatnya tidak terlepas dari jasa mikroba ragi dalam proses pembuatannya. 

Sekilas tentang ragi (yeast).
Ragi merupakan salah satu bentuk perkembangan bioteknologi dalam bidang pangan, di mana manusia dapat memanfaatkan mikroba menguntungkan tertentu dari ragi tersebut dalam pengolahan makanan menjadi bentuk dan rasa yang khas, serta bergizi tinggi. Salah satu mikroba yang berperan dalam proses fermentasi minuman tuak adalah mikroorganisme Aspergillus Orizae yang selalu ada pada bahan pangan seperti beras salah satu bahan pembuat ragi tuak itu. 

Peragian adalah tekhnik dan proses memperbanyak mikroorganisme yang solid dan padat menjadi medium yang namanya ragi. Bahan-bahan pangan yang dicampur dalam proses pembuatan ragi memungkinkan kombinasi beberapa mikroorganisme yang tumbuh dan berkembang sehingga menghasilkan fermentasi minuman yang khas dan berkualitas.


Penasaran bagaimana membuat ragi yang berkualitas? Ada ragi yang bagus dan tidak bagus. Katanya ragi tuak yang bagus hasil buatan tuak juga lebih enak, manis dan bertahan lama tidak cepat berubah rasa menjadi asam. Bahan pembuat ragi dapat berbeda dari tempat satu dengan lainnya, justru di situ letak ciri khasnya, namun tidak menghilangkan bahan pangan utamanya yaitu beras dan beberapa bahan pelengkapnya. Bahan-bahan ini bisa digunakan semua atau bahkan beberapa saja.

Bahan-bahan pembuat ragi: 
1. Lada/Sahang sekitar 1 sendok (bisa diganti cabe jawa)
2. Tepung Beras Ketan (beras bukan ketan bisa juga)
3. Kayu manis (bisa diganti gula/air gula) 
4. Lengkuas (1 umbi batang)
5. Cabe Jawa (bisa dipakai/bisa tidak) 
6. Air secukupnya.

Prinsip dari pencampuran bahan-bahan ragi ini akan menghasilkan minuman tuak dengan rasa khas, seperti lada, cabe jawa, lengkuas untuk menghasilkan tuak terasa keras/panas, beras sebagai media penghasil mikroorganisme fermentasi, dan Kayu manis (bisa juga gula) untuk rasa manis tuak.


Proses pembuatan ragi.

1. gabung lada, lengkuas, cabe jawa dan kayu manis kemudian ditumbuk sampai hancur merata dan menyatu, kemudian simpan dalam tempat yang kering dan bersih.
2. tambahkan tepung beras ketan (beras biasa) dan diaduk hingga merata bisa dengan tangan atau sendok.
3. tambahkan air pada adonan aduk diremas-remas dengan tangan atau aduk dengan sendok hingga merata merata membentuk seperti adonan kue.
4. Ambil dan bentuk dengan cetakan khusus seperti memberntuk kue bulat atau bentuk yang kamu suka.
5. Jemur hingga benar-benar kering dan simpan di wadah bertutup rapat dan kering.

Mudah bukan, setelah ini Kamu bisa membuat ragi sendiri. Selamat mencoba.

Comments

Popular posts from this blog

Jarum suntik: cara penggunaan dan risikonya.

Daftar Blog atau Situs Web di Google Webmaster.

Filosofi Tato Burung Enggang Dayak

Ansabi sawi kampung sayuran khas Dayak.

Kenali macam-macam dosis obat dan jangan lagi ragu minum obat