Kisah Pantak Kayu Nisan Berukir Dayak Kanayatn
Pantak Dayak Rumah Betang Pontianak, Kalbar Sebuah kisah konon, hidup keluarga sepasang suami-isteri, tidak mempunyai anak, lelaki dari pasangan itu bernama Ne' Ragen. Setiap harinya Dia, selalu pergi ke hutan untuk mencari binatang buruan. Suatu hari saat Ne’ Ragen sedang duduk di bawah kayu ara (pohon beringin/picus.sp) mengintai binatang buruannya, seketika itu suara tangisan bayi terdengar diatas pohon tersebut, terdengar tangisan bayi yang mati buyu’ (prematur namun sudah meninggal). Ne Ragen sangat kasihan mendengar tangisan bayi itu, lalu meletakan peralatan berburunya dan memanjat di atas kayu ara dan mengambil anak itu, dibawa pulang dan dipelihara hingga menjadi dewasa, anak itu dinamainya Doakng. Setelah masanya, Doakng disunat dan berpantang selama tiga hari tiga malam dia tidak boleh kemana-mana dan tidak boleh memakan daging binatang seperti kijang, pelanduk, kambing dan rusa, serta beberapa jenis pakis tertentu. Kebetulan pada hari ketiga masa berpantang, dat...