Tato Identitas Dayak menjadi Seni Rajah sepanjang masa.


Tato dayak sekujur tubuh
(Sumber: http://budayaindonesia1995.blogspot.com/)

"Your tattoo is your identity", tato-mu adalah identitasmu begitu sebutan bagi suku Dayak yang memiliki tato pada tubuh mereka. Tato yang memiliki makna luhur di tengah masyarakat suku Dayak berangsur-angsur menjadi seni rajah yang banyak diminati karena motifnya yang unik tidak kalah indah dengan motif-motif diberbagai belahan dunia lain.

Bicara tato Dayak tidak terlepas dari sejarah dan makna Tato yang sesungguhnya. Pada zaman dahulu, tato salah satu penanda identitas suku yang erat menyatu dengan keyakinan dan sudah menjadi ritualitas tradisional rutin. 

Secara umum kelompok suku Dayak yang memiliki tradisi tato sebagai penanda identitas mereka memiliki bentuk, jenis dan gambar tato bervariasi namun tersirat makna dan filosofi tato yang sama pula. Tato sama-sama diyakini sebagai tanda sakral yang menjadi penerang perjalanan seseorang menuju keabadian setelah kematian. Karena semua insan Dayak mengidamkan kebahagiaan berkumpul bersama nenek moyang dan penciptanya kelak di akhirat. 

Bila kita mencermati dan memahami budaya tato dikalangan suku Dayak di Kalimantan layaknya sebuah tanda pengenal dari sub-suku mana dan identitas apa yang dimilikinya. Tato menggambarkan status sosial, keahlian, keterampilan, kepahlawanan, kebijaksanaan, pengalaman, dan bukti pengembaraan yang jauh.

Misalnya pada suku Dayak Iban tato Bunga Terong pada kedua pundak menunjukan seseorang pemuka adat/tetua yang memiliki pengetahuan, pengalaman, dan disegani dalam masyarakat. Tokoh yang memiliki tato bunga Terong di kedua pundak ini dijadikan pilihan terakhir dalam  proses penyelesaian suatu masalah. 

Pada masyarakat Dayak Kayan dan Kenyah banyaknya tato pada tubuh menggambarkan seseorang sudah banyak merantau melintasi daerah antar kelompok-kelompok suku Dayak maupun ke luar negeri. Seorang perantau meminta tato seijin tetua setempat sebagai bukti pengembaraannya. 

Pada kalangan wanita suku Dayak Kenyah, tato Dayak memiliki prestise tersendiri. Memiliki tato pada tangan, jari dan paha memiliki status sosial yang tinggi. Memiliki tattoo bukti kedewasaan seseorang wanita. Memiliki tubuh yang polos kala itu menjadi bahan olok-olokan karena dianggap tidak dewasa meskipun sudah waktunya memiliki tattoo.

Tato berbentuk bulatan pada betis lelaki Dayak Ngaju menggambarkan seseorang sudah mendapatkan kepala pada saat pengayauan yang sebelumnya sudah lulus kinyah (penguasaan tari perang).

Tato yang terletak pada tangan wanita suku Dayak Kayan dan Kenyah menggambarkan kepiawaian seseorang  dalam menenun, menari dan bernyanyi. Tato pada jari-jari tangan juga menunjukan bahwa seseorang senang menolong.

Singkat cerita, tato Dayak menjadi identitas asli seorang Dayak yang memiliki makna budaya yang tinggi yang pernah hidup dan dihidupi dalam mengarungi dunia.

Dibalik makna luhurnya tato Dayak masih tersimpan anggapan negatif terhadap tato terutama pada masa orde baru silam. Anggapan negatif ini dipengaruhi oleh intolerasi dan kesalahpahaman terhadap budaya. Tato kerap dihubungkan dengan perilaku kejahatan entah apa dasarnya. Memang dapat dimengerti banyak pelaku kejahatan memiliki tato tetapi menifestasi kejahatan bukan karena tatonya.

Akhirnya pemilik tato dipandang orang yang "tidak beres" dan digeneralisir sebagai orang yang berpotensi melakukan atau sudah melakukan kejahatan yang mesti dibasmi keberadaannya. Alhasil dampaknya membuat keresahan bagi suku Dayak Kalimantan yang memiliki tato sebagai salah satu penanda identitas yang terintegrasi dengan adat dan tradisinya. Kala itu, diceritakan banyak diantara mereka menghapus tato mereka. Kekuatiran itu mengalahkan rasa sakitnya menghapus tato dengan cara pemanasan atau metode kontak lainnya. Tato sudah mulai tergerus oleh jaman ditambah lagi stereotipe  yang dibangun berbau sentimentil negatif.

Selesai masa itu, kini memasuki masa moderen dimana semangat tato bangkit kembali dengan versi dan semangat yang berbeda. Mungkin masih ada beberapa kelompok suku Dayak yang masih melestarikan tradisi cara pembuatan tato DayakTidak banyak informasi yang didapatkan penulis saat ini.

Tato Dayak banyak diminati oleh kalangan muda, tua, laki dan wanita. Tato tradisi pada masa lalu bergeser menjadi sebuah seni rajah tubuh yang permintaannya tidak terbatas pada orang, tempat dan waktu. Tato Dayak sudah diambil dunia bukan hanya menunjukan identitas suku Dayak saja. Pergeseran ini layaknya sebuah seni, tato motif Dayak dapat dinikmati dan dijiwai oleh peminatnya asalkan unsur kelestariannya tetap ada dalam hal makna, gambar dan penempatannya tepat.

Memilih motif tato Dayak tidaklah sesuatu yang tabu. Para liker tato pastinya sudah mempertimbangkan masak-masak sebelum mengabadikannya pada tubuh mereka. Keaslian tatonya selain dilihat dari bentuk dan penempatannya, juga dari warna yang memenuhinya. Warna tato motif Dayak asli memiliki sejenis warna yaitu hitam agak kebiruan. Tato yang memiliki warna-warni yang mencolok sebenarnya tato masa kini yang hanya menampilkan sisi estetika saja namun bukan ciri khas tato Dayak sesungguhnya.

Saran bagi orang Dayak yang sudah terlanjur memiliki gambar tato Dayak, jadikanlah itu penyemangat yang positif dan optimisme dalam hidup. Bagi yang hendak memiliki Tato Dayak, pelajarilah gambar yang diinginkan, apa maknanya, sehingga menjadi penyemangat dan berdampak positif. Bagi yang tidak ingin memiliki tato apapun, hargailah seni ini sebagai hasil budaya yang bermakna yang merupakan bukti sejarah atau khazanah budaya yang kaya yang tidak akan pernah hilang. Bagi yang sudah menghapus tato Dayak pada tubuhnya, tidak harus mengulang tato lagi dan berhenti berfikir bahwa mempunyai tato itu negatif.


Referensi:
1. Iban Tattoo Design - http://pinsta.me/tag/kanayatn
2. Kayan Men Tattoo - https://www.pinterest.com/pin/315252042642383235/
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url