"Berangap" puncak acara yang ditunggu-tunggu adu minum tuak.

 

Acara "Berangap" di Pesta Perkawinan Dayak Mualang

Teringat kembali acara pesta perkawinan anak kakak isteri bulan Desember tahun lalu saya terfokus pada salah satu acara dimana setiap perwakilan mempelai pria dan wanita "beradu" berhadapan minum tuak. Sebenarnya suasana pesta yang diikuti ini bukan yang pertama kali, ketika saya menikah 14 tahun silam juga mengalami hal yang sama. Di adat Dayak Mualang acara "berangap" sangat meriah dan acara yang ditunggu-tunggu para undangan.

Sekilas prosesi acara adat perkawinan Dayak Mualang boleh dikatakan sangat sederhana namun unik dan apik. Ketika acara tersebut pihak mempelai wanita (tempat pesta diadakan) menyambut kedatangan tamu undangan pihak mempelai pria dengan tarian adat Dayak. Pada prosesi tersebut tamu/keluarga/mempelai pengantin disuguhkan minuman tuak maupun arak (bagi yang tidak minum tuak). Biasanya peserta yang membawa tuak/arak menyambangi tamu atau siapa saja yang ingin mereka berikan minum tuak/arak sebagai ucapan selamat datang kepada para tamu.  Setelah acara penyambutan ini dilakukan doa bersama dipimpin oleh tokoh agama, kebetulan dilakukan doa secara Katolik sesuai agama dan keyakinan kedua mempelai. Prosesi ini berlangsung antara 20 menit sampai 30 menit.

Setelah itu tamu undangan tetap menunggu di luar sementara para ketua adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan yang beberapa orang tua yang dianggap dituakan berkumpul untuk acara "beajar". Pada acara ini masing-masing orang memberikan nasihat-nasihat kepada kedua mempelai yang pada intinya kedua mempelai tetap teguh dalam menjaga tali perkawinan meskipun dalam keadaan untung maupun malang, serta tidak melupakan peran keluarga kedua belah pihak bila ingin mendapatkan solusi permasalahan yang terjadi selama mengarungi hidup bersama. Proses ini berlangsung kurang lebih satu jam.

Selanjutnya acara yang ditunggu-tunggu yang cukup meriah yaitu acara "berangap"! Acara ini dilakukan di luar ruangan di bawah tenda. Mangkuk adat wadah tuak yang akan diminum disusun berhadapan. tidak kalau penting tuak manis sudah standby juga. Seksi acara memanggil peserta yang akan berhadapan minum tuak perwakilan dari kedua mempelai. Besan berhadapan dengan besan, paman dengan paman, bibi dengan bibi, dan lain sebagainya. Intinya total yang akan berhadapan minum tuak tersebut dirasa sudah mewakili kedua belah pihak dari pihak kedua mempelai dan acara bisa dimulai!

Tuak manis yang disiapkan pada acara "berangap" ini tuak khusus yang dibuat baru, kurang atau mungkin sudah seminggu sehingga rasanya masih enak dan manis. Pengambilan tuak ini dengan cara dicedok dan/atau diperas dari beras ketan yang sudah menjadi tuak.  Pada acara "berangap" ini, minum tuak dilakukan berpasangan yang saling berhadapan. Kedua mempelai berada ditengah-tengah peserta membantu menuangkan tuak untuk setiap pasangan yang berhadapan meminum tuak. Pada awalnya setiap pasangan yang berhadapan saling berjabat tangan terlebih dahulu setelah hitungan ketiga bersama-sama meneguk tuak. Selama minum tuak tersebut para tamu undangan yang menyaksikan bersorak-sorak, mengelu-elukan, dan ada yang menabuh gong untuk memberikan semangat dan dukungan. Setelah masing-masing menghabiskan tuak tersebut panitia akan memberikan masing-masing satu tusuk lemak babi irisan sedang kepada peserta "berangap" tersebut.

Oya ketika peserta "berangap" meneguk tuak dalam mangkuk dan ketika dirasa tidak mampu menghabiskannya, maka dapat menyerahkannya kepada orang/perwakilan di belakangnya untuk dihabiskan. Bagi yang tidak mampu minum tuak tidak ada paksaan. Masih bisa ikut "berangap" sebagai syarat adat yang berarti bertemu antar keluarga mempelai, juga boleh memilih orang lain sebagai cadangan bila tidak mampu menghabiskan tuak tersebut.

Setelah acara "berangap" selanjutnya acara bebas. Undangan tetap berkumpul untuk menjalin kebersamaan dan kegembiraan bersama. Ada yang berjoget, tuak/arak terus dihidangkan, makan, dan lain sebagainya. Untuk acara pesta meriah pihak penyelenggara pesta sudah jauh hari mempersiapkan tuak maupun arak untuk acara tersebut. Tuak manis dibuat khusus untuk prosesi "berangap" sebagai wujud pertemuan yang menggembirakan dan membentuk tali kekeluargaan yang erat di dalam makna perkawinan yang terjadi. 

Semoga adat perkawinan ini tetap mempertahankan eksistensinya tidak punah digerus arus modernisasi masa kini dan mendatang. 

Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url