Benarkah Lucifer nama penghulu setan, kelirunya dimana?

Bintang Timur
Ilustrasi Bintang Timur/Lucifer

Menyebut dan mendengar kata "lucifer" bukan kata baru di kalangan orang Kristen. Lucifer ini kerap dikaitkan dengan aktor utama yang menyesatkan manusia (Iblis) yang agaknya cukup menarik bila dibahas.

Dalam bahasa Latin, kata "Lucifer" berarti "Pembawa Cahaya" (dari kata lux, lucis yang artinya "cahaya" dan ferre artinya "membawa"), adalah sebuah nama untuk "Bintang Fajar" yaitu menyebut planet Venus ketika muncul pada dini hari. (Sumber: wikipedia).

Kata "lucifer" itu sendiri tertulis di dalam terjemahan Vulgata. Vulgata adalah naskah Kitab Suci tetua (bahasa Ibrani) yang diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Santo Hieronimus (342-420) seorang imam, doktor, dan pujangga Gereja Katolik (Sumber: Katolisitas.org).

Kata "lucifer" dalam Vulgata tersebut berarti Terang, Fajar, dan Bintang Timur. Dalam Bahasa Inggris "lucifer" ini bila diterjemahkan - sesuai konteks Alkitab - yaitu "morning star". Berikut kutipan nas yang ada menuliskan kata "lucifer" di dalamnya seperti:

Iob 11:17
17 Et quasi meridianus fulgor consurget tibi ad vesperam; et cum te consumptum putaveris, orieris ut lucifer.

Ayub 11:17
17 Kehidupanmu akan menjadi lebih cemerlang dari pada siang hari, kegelapan akan menjadi terang seperti pagi hari.

Lucifer pada kitab Ayub tersebut berarti terang.

Kemudian,

Psalmi 109:3 (penomoran terjemahan naskah alkitab Yunani)
Tecum principium in die virtutis tuae in splendoribus sanctorum: ex utero, ante luciferum, genui te (Sumber: https://vulgate.org/ot/psalms_109.htm)

Mazmur 110:3
Pada hari tentaramu bangsamu merelakan diri untuk maju dengan berhiaskan kekudusan; dari kandungan fajar tampil bagimu keremajaanmu seperti embun (Sumber: https://alkitab.sabda.org/verse.php?book=mazmur&chapter=110&verse=3)

luciferum dalam nas Kitab Mazmur di atas berarti fajar.

Terus bagaimana kok kesalahpahaman ini bisa terjadi?
Bila kita membaca kitab Yesaya 14:12 sebagaimana terjemahan Alkitab King James Version (KJV) kemudian dikaitkan dengan ayat Lukas 10:18 dan Wahyu 9:1.

Isaiah 14:1212 Quomodo cecidisti de caelo, Lucifer, qui mane oriebaris? corruisti in terram, qui vulnerabas gentes?

Isaiah 14:12 (terjemahan KJV)
How art thou fallen from heaven, O Lucifer, son of the morning! how art thou cut down to the ground, which didst weaken the nations! (Sumber: https://www.biblegateway.com).

Yesaya 14:12"Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!

Lukas 10:18
Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.

Wahyu 9:1
Lalu malaikat yang kelima meniup sangkakalanya, dan aku melihat sebuah bintang yang jatuh dari langit ke atas bumi, dan kepadanya diberikan anak kunci lobang jurang maut.

Kedua nas di Lukas dan Wahyu di atas lucifer itu sendiri tidak mengacu pada nama pribadi iblis, melainkan berarti bintang timur (kata benda). Dalam mengartikan kata "lucifer" pada perikop Alkitab harus dilihat sesuai konteks. Sama kata namun bisa berbeda makna dan maksudnya.

"Walaupun pada perumpamaan ini Nabi Yesaya menggunakan ekspresi Lucifer (diterjemahkan sebagai Bintang Timur) untuk menggambarkan Raja Babilonia yang kejam dan bengis yang akan dilenyapkan, namun para Bapa Gereja mengajarkan ayat ini juga untuk menjelaskan pemberontakan sejumlah malaikat terhadap Tuhan, yang dipimpin oleh Lucifer".

Bisa dikatakan Lucifer memiliki tingkatan yang cukup tinggi sehingga memiliki malaikat pengikut lainnya. Selanjutnya menurut para Bapa Gereja Lucifer bukanlah nama seorang Iblis, namun hanya menggambarkan keadaannya sebelum ia kejatuhannya. (Petavius, De Angelis, III, iii, 4).

Sebagai perbandingan misalkan kata "Allah" memiliki arti yang mengacu kepada Allah yang satu dan sejati dalam kitab suci, tetapi kata “allah” (god), juga dapat digunakan untuk mengacu kepada manusia (Yoh 10:34-35) dengan merujuk kepada Mzm 82:6, yang mengatakan bahwa manusia adalah anak-anak Allah yang Mahatinggi, maka dalam konteks ini, manusiapun disebut allah. Demikian pula, kata yang sama, “god” (dalam Kitab Suci versi KJV, RSV, DRB, NAB) digunakan dalam 2 Cor 4:4, yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi “ilah” (lih. 2 Kor 4:4).

Terlepas dari nama iblis itu siapa, intinya dialah menolak Allah yang kekal, kejatuhan dan kejahatannya kekal sehingga dibuang ke bumi tidak diperkenankan bertatap wajah dengan Allah di surga. Iblis selalu menggoda dan memiliki tipu muslihat jahat terhadap rencana Yesus atas Keselamatan manusia di bumi kini dan selama-lamanya.

Seperti halnya malaikat yang memiliki pengetahuan sempurna yang memiliki akal dan kehendak tetapi jatuh dalam dosa kesombongan, lalu bagaimana kita manusia yang lemah masih perlu ada perubahan setiap waktu tidakkah kita memberikan tempat bagi keselamatan Allah kepada kita padahal Allah selalu terbuka menerima pertobatan kita? Semoga.

Referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Lucifer
https://www.katolisitas.org/tentang-kejatuhan-iblis-dan-lucifer/
https://www.katolisitas.org/mengapa-lucifer-disebut-pada-misa-malam-paskah-di-vatikan/

Comments

Popular posts from this blog

Drive penyimpanan foto video tanpa mengurangi kualitas gambar asli

Motif Tato Dayak Iban yang Terkenal

Jarum suntik: cara penggunaan dan risikonya.