Ketahui ini dulu sebelum kamu minum air Akar Bajakah, bagaimana dengan COVID-19

Akar Bajakah (Sumber gambar: shopee.co.id)

Bagi saya mendengar kata bajakah sangat asing di telinga, tetapi kalau dikatakan "bajakah" memiliki ciri-ciri atau mirip dengan jenis akar-akar di hutan yang merambat dan melilit di pohon yang tingggi barangkali ini tidak asing karena di hutan kalimantan terutama di kampung tidak asing dengan jenis akar-akar yang merambat di hutan belantara. Barangkali itu juga termasuk spesies akar bajakah berkhasiat seperti yang dimaksud dalam pemberitaan media massa maupun medsos hehe.

Akar bajakah ini mulai diperbincangkan dan paling dicari setelah prestasi dua siswi SMAN 2 Palangkaraya yang memenangkan lomba karya tulis ilmiah meraih medali emas di Korea Selatan pada Juli 2019 lalu dengan temuan Bajakah obat kanker memiliki senyawa kimia dan kaya antioksidan berguna bagi pengobatan kanker. Kata "bajakah" ini sendiri berasal dari bahasa Dayak Ngaju Kalimantan Tengah.

Berdasarkan cerita turun-temurun dan beberapa peneliti tumbuhan akar bajakah ini banyak jenisnya bahkan ada jenis yang beracun. Jadi, kita tidak bisa juga sembarangan membeli akar bajakah yang beredar luas atau mengatakan bahwa akar bajakah jenis tertentu yang paling ampuh. Jenis akar bajakah yang diteliti siswi di SMAN Palangkaraya tersebut masih dirahasiakan karena menunggu hasil penelitian lebih lanjut. 

Suku Dayak memiliki kebijaksanaan lokal dalam hal pengobatan tradisionalnya. Orang pandai dalam pengobatan tradisional meramu tumbuhan atau dukun biasa membuat ramuan obat tradisional langsung diambil dari hutan. Bahkan mereka bisa langsung membuatnya dalam waktu yang tidak lama "by order" sakit tertentu. Ramuan tradisional biasa dikonsumsi beberapa kali sehari dengan takaran tertentu dengan cara diminum air rebusannya.

Pada umumnya obat tradisional Dayak banyak digunakan (diyakini) untuk:
1. Mempercepat proses penyembuhan pada patah tulang,
2. Meningkatkan stamina tubuh/kebugaran, 
3. Obat luka/bisul,
4. Obat demam, 
5. Meningkatkan nafsu makan, 
6. Hepatitis, 
7. Kanker, dan lain-lain. 

Biasanya setiap daerah punya keunikan obat untuk penyakit tertentu sesuai keahlian dukun masing-masing. Terus terang, tidak banyak yang secara terbuka memberitahukan atau mencatat jenis-jenis tumbuhan apa saja yang dijadikan ramuan obat tradisional tersebut. Keahlian ini biasanya diturunkan ke anak cucu bukan kepada orang lain. Cukup beralasan mengapa dukun tidak terang-terangan memberitahu jenis tumbuhan apa saja yang digunakan dalam meramu obatnya karena mungkin bisa nantinya disalahgunakan, alasan persaingan atau diperdagangkan sehingga pasokan di hutan menjadi berkurang. Fakta ini yang sudah terjadi pada akar bajakah yang kini diperdagangkan massal dan mungkin bisa jadi punah nantinya, sebab setau saya jenis akar-akar di hutan yang tumbuh ini (mungkin juga akar bajakah) sampai saat ini belum pernah ada orang membudidayakannya.

Terus gimana dong, apakah akar bajakah ini layak dikonsumsi khalayak ramai menjadi obat? Tentu! saran saya sih kita tidak perlu mengkonsumsinya berlebihan cukup mungkin minum dengan takaran sewajarnya. misalkan minum 2 sampai 3 gelas kecil sehari atau berselang hari. Tetapi juga dengan mengkonsumsinya secara rutin bisa dijadikan cerita/testimoni khasiat akar bajakah untuk membantu proses penelitian lebih lanjut, terutama khasiatnya mengobati kanker. Tetapi juga kesaksian masyarakat yang sudah biasa meminum airnya juga patut menjadi perhatian akan peran akar bajakah menjadi sebuah obat yang mujarab. Seperti halnya kesaksian seorang Ibu di Palangkaraya yang didiagnosa dokter kanker payudara stadium 4 dalam waktu sebulan sembuh total setelah mengkonsumsi jenis akar bajakah tersebut.

Dikalangan pedagang atau masyarakat yang mengetahui khasiat akar bajakah ini, dari banyak jenis akar bajakah yang jumlahnya ratusan ini setidaknya ada 2 jenis yang biasa dibeli untuk dikonsumsi. Pertama, Bajakah Kalalawit memiliki kandungan antioksidan yang tinggi mampu membunuh sel-sel kanker. Kedua, Bajakah Lamei batangnya banyak mengandung air. Adapun beberapa kandungan kimia yang terdapat pada akar bajakah dari hasil penelitian siswi SMAN tersebut, yang juga berguna sebagai obat kanker diantaranya adalah Saponin, Terpenoid, Flavonoid, Alkaloid, Tannin, dan Steroid. 

Pada akhirnya akar bajakah ini juga masih rahasia, kita tidak bisa mengetahui 100% akar bajakah mana yang mampu mengobati kanker atau penyakit lainnya. Yang bisa menjawabnya adalah menunggu hasil penelitian akar ini. Bila hasil penelitian membuktikan akar bajakah sebagai obat kanker tentunya akan mengharumkan nama Indonesia di mata dunia nantinya, ternyata tanaman yang ratusan tahun nenek moyang orang Dayak kenal sungguh menjadi obat yang berguna bagi dunia. 

Baik penjual tidak terlalu berlebihan dalam menyampaikan testimoni khasiat akar bajakahnya. Dan pembeli membeli secara selektif dan mengkonsumsi air akar bajakah sewajarnya. Karena barangkali banyak yang menjual akar lain selain jenis akar bajakah yang biasa dikenal masyarakat Dayak pada umumnya.

Khasiat Akar Bajakah.
mengutip dari intisari.grid.id fitonutrien yang terkandung dalam akar bajakah ini bisa membantu tubuh mengurangi risiko penyakit dan membantu tubuh bekerja secara maksimal dengan cara:
1. Berfungsi sebagai antioksidan.
2. Memaksimalkan kerja sistem imun.
3. Membantu memenuhi kebutuhan vitamin (terutama vitamin A).
4. Memicu kematian sel kanker
5. Memperbaiki struktur DNA yang rusak karena radikal bebas
6. Mendetoksifikasi senyawa karsinogen dari tubuh

Dengan melihat cara kerja kandungan fitonutrien akar bajakah ini dapat dijadikan dasar untuk mengkonsumsi air minum ramuan obat tradisional akar bajakah untuk membantu stamina tubuh agar lebih baik selama menghadapi pandemi Covid-19 saat ini. Saya tidak memiliki saran khusus untuk takaran membuat air ramuan akar bajakah ini, yang sudah biasa mengkonsumsi silahkan mencoba semoga memberikan khasiat baik bagi tubuh.

Comments

Popular posts from this blog

Jarum suntik: cara penggunaan dan risikonya.

Drive penyimpanan foto video tanpa mengurangi kualitas gambar asli

Motif Tato Dayak Iban yang Terkenal