08 September 2016

Cintai Pekerjaanmu, Bagaimana caranya?

Gambar dari Kaskus.co.id: Suasana menyenangkan semangat kerja
Mencintai pekerjaan memerlukan perjuangan dan serangkaian proses seperti halnya mencintai seorang pacar. Meskipun sudah menjadi pekerjaan utama namun kerapkali (tidak semua) bosan dan akhirnya tidak mencintai pekerjaan kita. Banyak faktor yang menentukan yang membuat kita akhirnya menyenangi pekerjaan. Oleh karena itu motivasi, cara pandang dan persiapan mental yang matang menjadi modal awal kita untuk berhadapan dengan dunia kerja dengan konsisten.

Peran Pendidikan
Bekerja merupakan cara manusia menjadi seorang manusia. Pekerjaan dan tantangannya membuat kita dapat meningkatkan, serta menggali potensi diri untuk bekal hidup sepanjang hayat. Pendidikan berperan penting dalam mengasah cara pandang dan pemahaman kita serta menempa mental kita.  Tanpa kita sadari bahwa pendidikan yang kita tempuh memberikan pemahaman dan motivasi bagaimana semestinya memahami dan memaknai sesuatu didalam hidup juga dalam pekerjaan. Orang yang mampu memetik hikmah positif dari segala pengalaman hidupnya merupakan seorang pekerja sejati yang siap mengerjakan pekerjaan dengan baik dan menjadi orang yang sukses kemudian hari Semangat ini senantiasa menyuburkan keinginan  belajar dan akhirnya mencintai pekerjaannya.


Berani Mencoba.
Mencoba sebuah kesanggupan dan kehati-hatian dalam merespon tugas dan pekerjaan yang akan dilakukan. Berani mencoba pekerjaan berarti berani untuk membuka diri akan suatu jenis pekerjaan tertentu yang mungkin bukan menjadi bidang dan keahlian kita.  Saat pertama kali kita diterima bekerja kuatkan tekat bahwa anda dapat berkontribusi lebih dan siap mengerjakan sesuatu dengan sebaik-baiknya. Berani mencoba menciptakan lingkungan kerja yang positif dan memupuk solidaritas atau kesetiakawanan antar pekerja satu dan lainnya.

Humor.
Dalam melakukan pekerjaan suasana yang begitu menegangkan sangat menguras tenaga dan pikiran. Hal ini bisa membuat perasaan labil, tidak konsentrasi, dan akhirnya pekerjaan yang seharusnya dikerjakan tidak kunjung selesai. Waktu luang rileks dan humor dapat menjadi teman setia disela-sela kesibukan pekerjaan kita. Meskipun tidak semua suasana pekerjaan dijadikan suasana humor, maka kita kamu juga bisa menyisipkan kesibukan lain yang membuat pikiran menjadi rileks misalnya membaca bacaan humor atau sekali-kali sms menanyakan kabar anak dan isteri di rumah itu lebih baik. Oleh karena itu kita harus bijaksana mengambil waktu rileks disela-sela kesibukan pekerjaan kita.

Tentunya humor yang berlebihan sampai membuat suasana bekerja tidak harmonis dan waktu yang terbuang sia-sia tidak kita harapkan, tapi gurauan kecil yang tidak menyita kesibukan pekerjaan biasanya membuat suasana begitu hangat dan akrab satu sama lain. Suasana yang menggembirakan merangsang endorfin tubuh sehingga selalu membuat kita bersemangat dalam menjalankan setiap tugas kita.

Pengaturan Waktu yang Baik
"Time is Money". Slogan ini patut kita cermati dalam bekerja dan menata waktu kita. Waktu sekarang tidak akan pernah tergantikan oleh waktu yang lain.  Tidak ada pekerjaan yang tidak dapat diselesaikan dengan pengaturan waktu yang baik. Manajemen waktu yang baik ini sebagai cara kita memfokuskan diri pada suatu tugas atau jenis pekerjaan pada saat dan kesempatan tertentu.

Kita pernah ataupun sering melakukan pekerjaan yang banyak tanpa teratur dan fokus, sehingga kita merasa lelah dan terlalu banyak beban. Dalam kondisi seperti ini, kita mulai merasakan pekerjaan ini tidak lagi cocok bagi diri sendiri dan akhirnya tidak punya minat lagi untuk bekerja. 

Pekerjaan teratur dan terencana memberikan manfaat bagi kita baik secara fisik dan mental, sehingga efektifitas pekerjaan terjamin sepenuhnya. Dalam kondisi kerja yang membabi buta tanpa pengaturan waktu dan prioritas pekerjaan menyebabkan kelelahan dan menjadi tidak produktif. Oleh karena itu manajemen waktu yang tepat dan benar berdasarkan prioritas dapat memberikan ruang kita mengerjakan banyak hal secara teratur.

Mengatur waktu bekerja bukan hanya untuk bekerja semata tetapi mengatur waktu istirahat sejenak merupakan bagian dari pengaturan waktu bekerja.

Memupuk Suasana Kekeluargaan dalam Pekerjaan.

Rasa terbuka dan saling menghormati satu dengan yang lainnya menumbuhkan suasana kekeluargaan bukan hanya inisiatif pemimpin tapi dipahami dan manjadi ciri khas semua pekerja. Sudah selayaknya kita memperlakukan teman sekerja sebagai saudara tanpa membedakan  suku, agama, ras, dan golongan manapun sehingga tercipta hubungan harmonis, saling menghargai, menolong, hormat-menghormati. Dalam bekerja kedewasaan berfikir dan pengendalian diri sangat penting agar keputusan yang diambil matang dan tepat.

Dikala kita mengalami kesulitan dalam melaksanakan pekerjaan saudara atau teman sekerja merupakan mitra kita dalam membantu menyelesaikan masalah yang kita rasakan. Bina komunikasi secara rutin baik secara formal maupun non-formal, sehingga rasa kekeluargaan tumbuh semakin subur. Dalam suasana kekeluargaan ini penting pula dipupuk rasa saling percaya antar satu dengan yang lainnya karena saling percaya kunci membangun solusi sehingga segala persoalan yang dihadapi dapat diselesaikan dengan baik.

Ciptakan Suasana Menyenangkan Dalam Pekerjaan.

Tempat bekerja ibarat rumah tempat tinggal kedua kita. Akan lebih serasi dan menyenangkan bila suatu ketika kita meletakan foto-foto orang yang kita cintai (anak atau isteri), foto orang yang menginspirasi Anda, selain itu hiasan bunga-bunga atau pernak-pernik di dinding, lukisan, suasana bersih yang tertata rapi. Tentunya tidak diperkenankan memajang hal-hal yang berbau ekstrem eksplisit dalam lingkungan pekerjaan, seperti foto artis, gambar seram, gambar yang berbau pornografi, dan lain-lain. Kebebasan dalam menata lingkungan yang baik dalam rangka menjaga dan mempertahankan minat dan kenyamanan bekerja merupakan salah satu ciri profesionalitas Anda. Suasana kerja yang tertata rapi, bersih dan menyenangkan membangkitkan semangat dan cinta akan pekerjaan. 

Berpikir Positif
Bagi kita yang bergelut dengan semua jenis pekerjaan berpikir positif mampu memberikan kita kekuatan dan motivasi dalam menghadapi segala kejenuhan dan permasalahan. Kejenuhan dalam pekerjaan tidak dapat terelakan. Pada saat tertentu kita pasti merasakannya. Parahnya kita mungkin selalu bersungut-sungut menyalahkan suasana pekerjaan dan orang sekitar kita tanpa melihat sisi lain yang menjadi faktor penyebab utamanya.

Bila kita instropeksi diri saat kita bersusah payah mendapatkan pekerjaan dengan banyak mengorbankan waktu, tenaga dan biaya. Bagaimana lewat pekerjaan ini akhirnya dapat sedikit/banyak membantu pemenuhan hidup sehari-hari. Bagaimana lewat pekerjaan itu kita dapat mengenal teman sekerja sebagai saudara baik dalam suka maupun dalam duka. Dan banyak hal positif lain yang kita pikirkan sebagai pemicu dan pemacu semangat kita lewat kesulitan yang kita rasakan. 

Yang perlu kita ingat semua bentuk kesuksesan dalam pekerjaan berawal dari kesulitan dan kejenuhan yang menjadi pembelajaran sehingga kesuksesan dapat kita raih sedikit demi sedikit. Dalam meraih kesuksesan itu kita tidak bekerja sendirian. 

Kesimpulan
Setiap orang memiliki cara pandang sendiri-sendiri dalam memaknai hidup dan menjalankan pekerjaannya. Bagaimana mungkin kita tidak mampu mencintai pekerjaan sementara hal itu membuat kita berkembang dan berarti. Kata Aristoteles seorang filsuf Yunani bahwa orang yang tidak bekerja tidak ubahnya ternak yang hanya ingin makan, minum dan tidur. Artinya sebagai makhluk yang berakal budi bekerja sesungguhnya memanusiakan kita. Akhirnya bekerja juga adalah sebuah seni dalam yang pemerannya sedang melakukan sesuatu yang menantang, menarik, indah dan menyenangkan. Kiat dan motivasi di atas dapat kiranya menjadi motivasi dan inspirasi kita bagaimana sebaiknya cara kita mencintai setiap pekerjaan hari demi harinya.

Mari kita semua mencintai pekerjaan kita agar mendapatkan hasil kerja yang maksimal. Mencintai pekerjaan menciptakan lingkungan pekerjaan yang menyenangkan bagi diri dan orang lain.
Post a Comment