Fakta terbaru: Covid-19 menyebar melalui pikiran.

Ketika kasus covid-19 mulai melanda dunia dan kasus baru ditemukan di Indonesia akhir Februari 2020 lalu, kita semua orang khawatir. Penyebaran dan penularannya begitu cepat, angka kesakitan dan kematian begitu banyak sehingga membuat semua orang bertambah takut. Pikiran kita melampaui fakta pandemi covid-19 yang sesungguhnya terjadi.

Banyak yang sudah dilakukan pemerintah dan semua pihak dalam upaya menekan penyebaran penularan virus corona dengan jalan proaktif menerapkan protokoler kesehatan sehari-hari. Semua orang seakan optimis bahwa upaya ini dipercaya mampu menekan laju penyebaran covid-19 di tengah masyarakat, namun pada kenyataannya tidak segampang yang kita pikirkan.

Mengamati perkembangan kasus yang sudah terjadi selama beberapa bulan ini di beberapa wilayah sudah menunjukan penurunan kasus yang cukup signifikan, namun di beberapa daerah lain terutama di perkotaan terus terjadi peningkatan signifikan kasus positif covid-19. Gelombang covid-19 masih terus berlangsung ada 299.506 kasus konfirmasi dan 11.055 meninggal hari ini (Data https://covid19.kemkes.go.id tanggal 3 Oktober 2020).

Melihat perkembangan kasus dari waktu ke waktu kita mulai bertanya mengapa covid-19 di Indonesia belum juga menunjukan perubahan kurva yang diharapkan? Upaya yang dilakukan dalam menekan laju penularan covid-19 selama ini agaknya tidak membuahkan hasil yang signifikan. Kita tidak bisa dengan gampang berspekulasi bahwa tubuh kita sudah kebal dan pasrah dengan keadaan. 

Sejak mulai didengungkan masa kenormalan baru bagi daerah yang sudah melakukan PSBB (pembatasan sosial berskala besar), disambut dengan pandangan yang berbeda-beda. Ada yang mengira pemerintah sudah "mengizinkan" semua orang beraktivitas seperti normalnya. Padahal konsep kenormalan baru ini mendorong kita semua untuk senantiasa menempatkan diri pada masa krisis pandemi covid-19, merubah perilaku biasa menjadi patuh terhadap protokoler kesehatan untuk melindungi diri dan orang lain dalam keadaan beraktivitas normal.

Pemerintah sudah bekerja keras untuk menolong kita dalam menekan penyebaran covid-19 di tengah masyarakat. Berbagai standar dan protokoler dibuat untuk dijadikan pegangan semua untuk bersama-sama memerangi covid-19. Saat ini kita sebenarnya sangat mudah menilai sebenarnya masyarakat kita belum cukup dewasa dan sadar dalam menerapkan protokoler kesehatan covid-19 di era kenormalan baru. Orang tidak lagi ambil pusing dan tidak takut dengan bencana covid-19. 

Semakin banyak kasus semakin banyak yang berisiko tertular dan/atau fatal. Penyebaran virus corona akan semakin merajalela karena kita sudah berhadapan dengan pikiran masyarakat yang menunjukan diri tidak peduli melindungi diri dan sesamanya. Bisa jadi satu orang yang berpikiran acuh tak acuh sama risikonya dengan potensi penularan virus corona satu orang positif kepada sejumlah orang dalam satu waktu.

Sangat sulit memerangi mind set masyarakat yang dibangun seperti itu dari pada memerangi covid-19 itu sendiri. Semoga semua orang sadar akan hal ini untuk semakin meningkatkan kepatuhan diri sendiri untuk melindungi diri dan banyak orang.

Comments