Suasana panas sore di Pantai Kota Singapura
Kita semua tahu dan merasakan bahwa saat ini bumi sudah tidak seperti bumi yang dulu biasa kita rasakan misalnya menurut cerita orang tua jaman dulu musim-musim relatif bisa diprediksi antara musim panas dan hujan, namun sekarang sudah tidak menentu. Tak ayal, hal ini sangat terasa pengaruh dan perubahannya pada masyarakat yang pekerjaannya ditentukan oleh perubahan musim/iklim, terutama petani dan nelayan yang menggantungkan kehidupannya pada sumber dan hasil alam itu sendiri. Tidak lain perubahan itu dinamakan perubahan iklim yang juga biasa kita kenal dengan pemanasan global (Global Warming).

Apa itu pemanasan global?
Pemanasan Global adalah peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi, lautan dan atmosfer yang disebabkan oleh karena meningkatnya gas-gas pencemar rumah kaca (efek rumah kaca) di udara sehingga menyebabkan perubahan iklim global. 

Bagaimana itu bisa terjadi?

Efek rumah kaca adalah sebuah ilustrasi bahwa secara alamiah bumi diibaratkan sebuah rumah yang terbuat dari kaca bening sebagai pelindung (atmosfernya). Ketika cahaya matahari memasuki bumi (rumah kaca) yang terjadi panas diserap dan juga sebagian besar dipantulkan ke angkasa kembali tanpa ada hambatan. Hambatan berupa gas-gas pencemar atau emisi rumah kaca yang dominan seperti karbondioksida (CO2), Metana (CH4), Nitrogen dioksida (N2O), dll. Sedikit banyak hambatan-hambatan ini tergantung kadar masing-masing gas tersebut di udara atmosfer. Menurut para ahli kadar gas-gas pencemar sudah meningkat sampai-sampai panas terhambat/tertahan ke udara (atmosfer) dan sedikit dipantulkan ke angkasa, akibatnya panas seakan memanggang permukaan bumi membuat suhu global terus bertambah secara bertahap sejalan waktu.



Efek rumah kaca alamiah dan efek rumah kaca yang disebabkan manusia (sumber: http://www.livescience.com/37743-greenhouse-effect.html)

Suhu permukaan rata-rata global
(sumber: http://earthobservatory.nasa.gov/Features/GlobalWarming/page2.php)

Apa penyebab pemanasan global?

Penyebab pemanasan global adalah meningkatnya kadar salah satu gas yang utama adalah karbondioksida yang menyelimuti lapisan planet tercinta ini. Emisi Karbondioksida lepas ke udara karena aktivitas manusia membakar bahan bakar fosil, minyak bumi dan batu bara, selain itu juga deforestasi (pengrusakan) hutan menyumbang 10% emisi karbondioksida dunia. Manusia (kita) adalah yang paling bertanggung jawab terjadinya pemanasan global. Karena itu apa yang bisa kita buat?

Apa dampak pemanasan global?

Pemanasan global memberikan efek kepada masyarakat, kesehatan manusia dan iklim dunia. Efek yang dapat mengancaman kelangsungan habitat manusia seperti peningkatan suhu permukaan rata-rata global yang menyebabkan mencairnya es di kutub utara, sehingga menaikan permukaan laut dan menenggelamkan dataran rendah/pesisir dis eluruh dunia. kebakaran hutan dapat terjadi pada lahan panas dan kering, menyebabkan polusi asap yang mengganggu pernapasan. Menurunkan produktifitas pertanian akibat terjadinya peningkatan hama yang dahsyat dan kekeringan. Kerusakan terumbu karang akibat peningkatan suhu permukaan air laut yang notabene karang sebagai rumah ikan, dan masih banyak dampak lainnya. Apa yang bisa kita buat? Apakah kita diam dan hanya menyaksikan kehancuran bumi ini?

Apakah pemanasan global bisa dicegah?

Pemanasan global akan terus mengalami peningkatan bertahap sejalan waktu. Kita dapat menekan laju pemanasan global dengan mengurangi emisi karbondioksida dimulai dari diri kita sendiri dengan pola hidup yang lebih ramah lingkungan. Semua pihak bahu-membahu menekan laju deforestasi (pengrusakan) hutan. Terus, meningkatkan kesadaran bahwa pentingnya menjaga lingkungan, alam dan hutan bagi keselamatan makhluk hidup.

Usaha apa saja yang sudah dilakukan dunia saat ini? 

Para pakar, peneliti, aktivis, dan pemerhati lingkungan sudah banyak melakukan upaya-upaya dan usaha dalam menekan pemanasan global, baik dalam bidang sains, sosial maupun politik. Mereka mencoba mengusulkan beberapa ide gila yang setidaknya dapat dilakukan dalam "jangka pendek" untuk mendinginkan bumi. Yang pasti usaha yang paling murah yang dapat dilakukan adalah MENANAM POHON namun pohon membutuhkan puluhan sampai ratusan tahun untuk tumbuh dan cukup mampu menyerap sebagian besar karbondioksida yang nantinya menghasilkan oksigen bagi kelangsungan makhluk hidup dari hasil fotosintesanya. Terus bagaimana solusi jangka pendeknya? 

Berikut ini adalah beberapa usulan gila para ahli dalam mendinginkan bumi yang mungkin belum Kamu ketahui. 


Cermin Ruang Angkasa.
Cermin ruang angkasa. Cermin reflektif ini diharapkan berukuran 600.000 mil persegi sedikit lebih kecil dari greenland. diluncurkan ke ruang angkasa dan dipasang pada orbit antara bumi dan matahari. Cermin tidak terlihat dari bumi dan memblokir hanya 1 sampai 2 persen sinar matahari. Membutuhkan biaya yang mahal dalam proses pembuatan dan peluncurannya. Konsekuensinya dapat menimbulkan kekeringan. (Sumber: https://www.livescience.com/22202-space-mirrors-global-warming.html).


Payung Matahari.
Piringan-piringan dipasang di ruang angkasa mampu memblokir 1,8 persen aliran sinar matahari. Usulan Setiap 30 tahun melepaskan 20 juta kali untuk menyebar 16 triliun refraksi di dalam orbit antara matahari dan bumi. Masalahnya ongkos proyek ini bisa mencapai 4 triliun dolar AS, tidak ada efek terhadap kondisi CO2. (Sumber: Kompas, 3 September 2007).

Abu Vulkanis Gunung Berapi.
Para ilmuwan telah lama mengetahui sebuah letusan gunung berapi akan melepas berbagai material ke angkasa. Selain karbon dioksida yang mengurung panas, ada pula gas seperti sulfur dioksida, yang bisa membentuk senyawa yang mampu memantulkan panas cahaya matahari sehingga dapat membuat suhu bumi menurun. Masalahnya dapat menimbulkan hujan asam yang berdampak terhadap makhluk hidup di bumi. (Sumber: https://www.livescience.com/11372-top-10-craziest-environmental-ideas.html).


Mengubur Karbon.
Ilmuwan telah mengusulkan untuk mengambil kelebihan gas tersebut dan menguburkannya di suatu tempat bisa akuifer, lapisan batubara atau ladang minyak dan gas yang habis disimpan selama ribuan tahun. Namun kekawatirannya adalah kebocoran gas yang dapat merugikan ekosistem. (Sumber: Kompas, 3 September 2007).


Efek Geritol.
Proses fotosintesis yang membutuhkan energi matahari dan menyerap CO2 serta melepaskan O2. Usulannya: buang debu biji besi untuk menumbuhkan ganggang yang akan menyerap CO2 dan tenggelam. Setiap ton biji besi ganggangnya dapat menyerap 100.000 ton CO2. Masalahnya: menyebabkan perubahan spesies binatang. Hal ini menimbulkan persoalan politik karean laut merupakan perairan internasional. (Sumber: Kompas, 3 September 2007).

Pohon Buatan.

Pohon buatan di Taman Marina Bay Singapura
Zat CO2 ditangkap oleh pohon buatan dengan menggunakan natrium hidroksida cair untuk dibawa ke tempat pemrosesan yang mengubahkan ke dalam bentuk gas sebelum disimpan. Usulan: menggunakan pohon buatan seukuran pabrik untuk menyaring 90.000 ton karbondioksida (CO2) dari udara per tahun. Setiap pohon mampu menyaring 3,3 kilogram CO2 per detik. Masalah: proses pemisahan zat, pengangkutan ke tempat pembuangan limbah ongkosnya mahal. Smentara jika terjadi kebocoran, risikonnya tinggi bagi manusia dan ekosistem. (Sumber: Kompas, 3 September 2007).

Post a Comment:

Teman-teman Google+ Terkren!