Mana yang kami percaya rapid test atau test swab covid-19?

Pengambilan sampel darah rapid test covid-19
(Sumber: tekno.tempo.co)


Kedua alat pemeriksaan covid-19 rapid test maupun swab test (PCR), keduanya masuk dalam proses tatalaksana dalam mendiagnosa covid-19. Benar sekali rapid rest bukan pemeriksaan yang menentukan seseorang positif covid-19. Mengingat tidak semua rumah sakit baik di kota maupun di pedalaman saat ini tersedia swab test yang merupakan pemeriksaan paling akurat saat ini, sehingga metode pemeriksaan rapid test (sampel darah) menjadi pertimbangan dalam proses penjaringan (skrining) awal pencarian kasus covid-19. Saat ini pemeriksaan pribadi untuk kedua test tersebut tidak dianjurkan mengingat ketersediaan alat yang terbatas, mungkin untuk masa depan ini sudah tersedia.

Sekilas tentang rapid test atau tes cepat covid-19 adalah metode pemeriksaan serologi dengan alat untuk mendeteksi  apakah antibodi tubuh sudah terbentuk terhadap virus corona. pemeriksaan ini dilakukan dengan cara pengambilan sampel darah baik pada jari maupun pada pembuluh darah vena lipatan tangan. Ketika penyakit masuk dalam tubuh misal berupa virus atau bakteri, tubuh akan mengenali antigen yang dilepaskan oleh virus atau bakteri tersebut dan tubuh melalui mekanismenya mulai mengenali penyakit yang masuk dan membentuk antibodi untuk melawannya. Lama pembentukan antibodi setiap orang bisa relatif sama atau berbeda-beda satu sama lainnya. Antibodi yang dihasilkan tersebut namanya IgG dan IgM yang berperan penting dalam mekanisme pertahanan tubuh kita.

Rapid test non-reaktif (Sumber: bisnis.tempo)

Rapid test reaktif (Sumber: jogja.suara.co)

Jenis alat rapid test juga beragam tergantung dari mana asal produksinya (lihat jenis rapid test pada gambar di atas). Ada dari Cina, Korsel, Jerman, Amerika, dll. Hasil pemeriksaan rapid test sudah dapat dibaca biasanya dalam waktu 15 menit.

Hasil rapid test negatif (non-reaktif) bisa menandakan:
1. Memang covid-19 tidak ada atau belum masuk di dalam tubuh. Namun bisa terinfeksi dikemudian hari. Oleh sebab itu upaya pencegahan tetap dilakukan agar terhindar dari covid-19.
2. Virus corona sudah masuk, namun tubuh belum membentuk antibodi terhadap virus corona. Biasanya, hasil rapid test masih negatif dalam waktu 1–2 minggu setelah seseorang terinfeksi virus Corona. Hal ini dikarenakan tubuh setidaknya membutuhkan waktu 2–4 minggu untuk menghasilkan antibodi IgM dan IgG untuk virus Corona sejak terpapar virus ini. IgM dan IgG inilah yang dideteksi melalui rapid test Covid-19.

Kemudian, kalau hasil rapid test positif (reaktif) jangan takut dan panik dulu, antibodi yang terdeteksi pada tubuh bisa jadi virus lain atau virus corona bukan penyebab covid-19. Oleh sebab itu dilakukan proses pemeriksaan lebih lanjut yang akurat (golden standard) untuk mendeteksi jenis virus apa yang masuk tersebut yaitu dengan PCR (Polymerase Chain Reaction).

Mesin PCR (Sumber: liputan6.com)

RT-PCR (Real-Time Polymerase Chain Reaction)
Pemeriksaan PCR ini untuk menentukan spesifisitas dan sensitifitas pemeriksaan covid-19. Mereka yang diperiksa dengan PCR ini dengan keluhan demam, sesak nafas, dan batuk kering, serta ada riwayat dalam 2 minggu terakhir pulang dari daerah transmisi covid-19 maupun ada kontak dengan penderita. Sampel diambil dari apusan lendir pada tenggorokan atau hidung. Letak pengambilan dan sedikit banyaknya sampel menentukan keakuratan pemeriksaan tersebut. Sayangnya saat ini karena keterbatasan alat hasil pemeriksaan tidak bisa dalam waktu cepat. Hasil pemeriksaan berkisar rata-rata 4 sampai 10 hari. Kabar baik tentunya sejak April 2020 lalu diberitakan di banyak media, Indonesia juga sudah membuat RT-PCR sendiri dan siap di pasarkan. Tim yang dibentuk oleh BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) bekerja sama dengan Bio Farma dalam memproduksi alat uji RT-PCR. Produksi ini pastinya akan semakin mempermudah dan mempercepat proses penanganan covid-19 ke depannya. Tidak menutup kemungkinan daerah-daerah sudah bisa melakukan test swab PCR ke depannya.

Sekarang sudah tahu kan pemeriksaan mana yang dipercaya 100% dalam menentukan apakah seseorang terinfeksi covid-19? Bila mendengar seseorang dengan hasil rapid test reaktif (atau biasa masyarakat katakan positif) kita tidak langsung baper, takut, kalang-kabut apalagi men-stigma sesuatu hal negatif kepada orang lain karena masih perlu pemeriksaan lebih lanjut dengan PCR yang lebih akurat. Kalau kita sendiri di rapid test atau orang lain kemudian hasilnya non-reaktif (biasa disebut oleh orang awam negatif) jangan merasa sudah terbebas dari covid-19 karena itu belum tentu anda benar-benar bebas dari covid-19 sepenuhnya. 

Intinya kita semua saling menjaga dan mendukung satu sama lain. Gunakan masker ketika bepergian, rajin mencuci tangan, menghindari kerumunan, PHBS, #dirumahaja ini merupakan cara yang diyakini untuk menekan laju penularan covid-19 di masyarakat kita. Kita harus berpikir bagaimana kalau saya yang terkena Covid-19? Cukup renungkan sendiri. Semoga kita terhindar dari marabahaya terutama Covid-19 ini. Amin.


Referensi:
1. https://www.alodokter.com/hasil-rapid-test-covid-19-negatif-apa-artinya
2. https://www.alodokter.com/kenali-apa-itu-rapid-test-untuk-virus-corona
2. https://www.liputan6.com/tekno/read/4232443/100000-paket-rt-pcr-test-kit-covid-19-lokal-siap-masuk-fase-produksi-massal

Comments

Popular posts from this blog

Jarum suntik: cara penggunaan dan risikonya.

Drive penyimpanan foto video tanpa mengurangi kualitas gambar asli

Motif Tato Dayak Iban yang Terkenal