Mendapat pengobatan sampai diinfus ini alasannya


Seringkali kita mendengar kata "infus". Hampir setiap orang sakit di rumah sakit mendapatkan terapi intravena (infus) dengan berbagai alasan dan pertimbangan dalam pengobatan dan perawatan. Tetapi mungkin ada banyak orang bertanya mengapa saya atau yang lainnya diinfus ketika sakit? Baiknya awam bisa menjawab dan memakluminya.

Di bawah ini beberapa penjelasan yang menjadi alasan utama penggunaan infus di fasilitas kesehatan. Lebih bijaksana bila semua orang mengetahui alasan mengapa seseorang di infus, karena Saya rasa pemahaman ini dapat meningkatkan kerjasama antara klien (pasien) dan pihak fasilitas kesehatan. Mengenai konsep teori infus ini dimulai dari pemasangan, perawatan daerah tusukan infus, pemberian obat lewat infus, dan pencabutan infus.

Pemasangan Infus.
Secara umum pemasangan infus tidak boleh dilakukan sembarangan. Hal ini sudah menjadi pertimbangan dokter maupun perawat dalam rencana perawatan dan pengobatan yang akan dilakukan kepada pasien. Banyak orang khawatir infus yang ditusuk dan tinggal di dalam kulit itu adalah jarum. Dulu memang jarum yang ditusuk itu yang sekalian tinggal namun oleh karena faktor infeksi dan ketahanan infus, maka teknologi berkembang tidak ada lagi jarum yang tertinggal melainkan hanya pipa karet kecil dan elastis yang tertinggal. 

Ada beberapa pertimbangan dan tujuan dari pemasangan infus :

pertama; menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Pemberian cairan infus juga merupakan terapi cairan untuk memelihara keseimbangan cairan tubuh bila pasien bersangkutan tidak dapat minum cukup sesuai kebutuhan tubuh selama opnama. Beberapa kondisi pasien yang harus diberikan cairan infus karena bila tidak diberikan pasien tersebut sudah atau berisiko terjadinya syok sampai menyebabkan kematian.

kedua; sebagai jalur pemberian obat larutan yang efektif dan mempunyai reaksi cepat. Berdasarkan pengalaman obat larutan yang diberikan sudah dapat dirasakan reaksinya berkisar 1 - 10 menit setelah pemberian dan bertahan sampai 8 jam. Biasanya masing-masing obat larutan mempunyai masa kerja dan lama yang bervariasi.


ketiga; jalur pemberian makanan dalam bentuk cair (nutrisi parenteral). Pemberian infus nutrisi/makanan ini diberikan kepada pasien yang memang tidak mau, tidak dapat, tidak boleh makan selama menginap di rumah sakit. Ketiga kondisi ini menjadi pertimbangan medis dalam memberikan nutrisi melalui infus.

keempat; jalur pemberian darah transfusi bila dibutuhkan. Jalur pemberian darah melalui infus cukup beralasan karena darah yang di-infus-kan langsung masuk ke pembuluh darah, mengalami proses dan berguna di dalam tubuh.

Biasanya pemasangan infus ini dilakukan oleh perawat yang sudah belajar ilmu, terampil dan berpengalaman. Kalau pemasangan infus ini dilakukan oleh perawat atau dokter praktik (sedang masa pendidikan) maka pemasangan infus harus didampingi oleh instruktur Klinis senior. Pemasangan infus dilakukan dengan tingkat sterilitas yang tinggi, hati-hati dan penuh kesabaran. 

Perawatan Daerah Tusukan Infus.
Setelah infus sudah dipasang tidak berhenti sampai di situ. Infus yang sudah dipasang dalam kondisi terawat dengan baik dapat bertahan lama. Tangan di mana infus terpasang bukan berarti tangan tersebut tidak boleh melakukan pergerakan apa-apa, hanya secara hati-hati. Peran perawat dan keluarga sangat diharapkan dalam menjaga daerah tusukan infus agar tetap paten. Misalnya, tangan yang terpasang infus diharapkan tidak tertimpa saat tidur. Pasien dan keluarga melaporkan bila daerah tusukan infus terasa sakit, merah, dan panas. 

Perawat harus tanggap terhadap segala perubahan kesehatan yang terjadi pada pasien bila terjadi demam, apakah itu disebabkan oleh plebitis (infeksi pembuluh darah di mana infus terpasang) atau disebabkan oleh karena proses penyakit yang dideritanya. 
Idealnya perawat aktif dalam memantau daerah tusukan infus setiap 2 jam sekali. Melaporkan dan mencatat pada rekam medis/status pasien kondisi daerah tusukan infus. 

Pemberian Obat Lewat Infus.
Pemberian obat larutan lewat jalur infus dengan cara menyuntikan obat melalui karet persis dekat dengan daerah tusukan infus secara perlahan dan hati-hati. Juga, selain itu ada obat yang diberikan dengan cara diteteskan seperti halnya cairan infus dengan beberapa pertimbangan dampak/efeknya yang tidak diinginkan saat diberikan suntikan langsung melalui karet pipa infus.

Obat yang diberikan melalui jalur infus harus dipantau setelah pemberiannya. Misalkan ada yang mengalami mual dan muntah setelah pemberian, namun biasanya berlangsung dalam beberapa saat saja. Biasanya efek yang tidak diinginkan adalah efek alergi obat yang berat. 
Penggantian botol cairan infus juga dilakukan secara hai-hati melalui tekhnik steril.

Pencabutan Infus
Pencabutan infus dapat dilakukan bila infus tidak lagi dibutuhkan dalam proses pengobatan dan pemulihan. Infus harus segera dicabut bila terjadi plebitis dan penyumbatan sehingga infus tidak lancar menetes sampai berhenti menetes. Mungkin juga ada beberapa orang setelah dicabut infus merasa bebas tidak terkekang lagi. 

Dengan mengetahui beberapa konsep teori dan pengalaman di atas dapatlah dikatakan bahwa bila seorang pasien yang terpasang infus akan dilakukan pengobatan dan perawatan yang khusus terhadap kondisi penyakitnya. Kondisi yang dimaksud dapat berarti sakit parah atau pemasangan infus itu dilakukan untuk menjaga segala kemungkinan/risiko yang timbul dari proses penyakitnya yang dapat terjadi kapan saja, sehingga dokter-perawat dapat melakukan terapi dengan cepat melalui suntikan jalur infus. 

Mungkin ada dari kita berpikir saat kita atau sanak keluarga kita diinfus,  penyakitnya sudah berat? Bila memang terjadi kondisi seperti ini diharapkan pasien dan keluarga menanyakan mengenai kondisi yang terjadi kepada dokter atau perawat.

Dalam hal ini juga baik dokter dan perawat mengambil waktu menjelaskan mengapa dipasang infus baik dalam keadaan tidak gawat darurat maupun gawat darurat. Melalui komunikasi yang baik dan efektif ini masyarakat awam memahami proses pelayanan kesehatan dalam setiap kondisi kesehatan yang dialaminya.

Memahami infus bagi awam merupakan salah satu pemahaman akan sistem pelayanan yang diberikan oleh dokter-perawat kepada setiap pasien yang membutuhkan terapi dan perawatan infus baginya.
Post a Comment

Teman-teman Google+ Terkren!

Popular posts from this blog

Daftar Blog atau Situs Web di Google Webmaster.

Jarum suntik: cara penggunaan dan risikonya.

Memperbaiki Eror Struktur Data hAtom Markup Microformat pada Structured Data Testing Tool.