Kondisi Sakit Pemberian Cairan infus.

Secara umum beberapa kondisi yang menjadi pertimbangan dan segera diberikan terapi infus selama berada di fasilitas pelayanan kesehatan seperti

Luka Bakar 
Pada pasien luka bakar yang luas dan berat membuat cairan tubuh hilang melalui kulit harus dilakukan pemasangan infus untuk menjaga cairan tubuh dalam keadaan seimbang.

Kecelakaan sampai perdarahan.
Pada kecelakaan berat yang menyebabkan perdarahan hebat juga membutuhkan cairan yang seimbang sesuai dengan kebutuhan tubuh untuk mencegah jangan sampai terjadi syok.

Diare
Pada pasien dengan kondisi diare yang berat tubuh begitu cepat kehilangan cairan yang dapat membuat pasien syok. Pemasangan dan terapi infus yang adekuat menjaga keseimbangan elektrolit (kimia-kimia penting tubuh) dan mencegah terjadi syok.

Sakit Berat
Pasien dengan sakit yang berat berdasarkan pemeriksaan dokter disarankan dilakukan pemasangan infus, dengan pertimbangan pemberian nutrisi lewat jalur infus dan pemberian obat dengan reaksi obat relatif cepat. Pada pasien sakit berat kerap tubuh pasien kurang respon dengan pemberian obat melalui mulut/oral dan dilakukan pemberian obat melalui infus.

Mual dan Muntah.
Infus dipasang pada pasien dengan keluhan mual dan muntah sehingga tidak dapat menelan obat. Pemasangan infus merupakan salah satu cara dalam pemberian obat dalam kondisi ini.

Tidak Sadar.
Kondisi tidak sadar menyulitkan pemberian obat melalui jalur oral/mulut. Pemberian secara oral dapat membuat pasien tersedak sehingga mengganggu saluran pernapasan. Pemberian infus di sini selain dilakukan dalam rangka pemberian obat juga untuk pemberian nutrisi melalui jalur infus sesuai indikasi dokter.

Dengan melihat beberapa kondisi dasar di atas ada baiknya sebagai pasien tidak usah sungkan dalam menanyakan kondisinya dan keluarganya kepada dokter maupun perawat bila berobat dan sakit terutama mendapat pengobatan melalui jalur infus.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url