5 Rasi Pertanda Baik Buruk pada Suku Dayak

Rasi Burung Keto (Sumber: dayaktalino.blogspot.co.id)
Setiap daerah memiliki larangan-larangan tertentu apa yang boleh atau tidak boleh dilakukan baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis. Yang unik lagi larangan-larangan itu berasal dari petunjuk alam bila dilanggar dapat berakibat buruk bagi si pelanggar.

Mungkin sebagian besar orang pernah mendengar istilah "rasi". Istilah ini dikenal dalam masyarakat suku Dayak mengarah pada kepercayaan akan sesuatu petunjuk yang berasal dari alam. Rasi diyakini dapat mendatangkan keberuntungan atau malapetaka bila dituruti/dibiarkan. Tanda-tanda alam yang dimaksud dapat berupa suara, bunyi dan kemunculan yang berasal dari benda atau binatang tertentu.

Sudah banyak cerita dan pengalaman dari orang tua yang mengaitkan antara situasi yang menguntungkan, kejadian apes dan malapetaka yang dialami seseorang ketika menuruti atau bahkan tidak mengindahkan rasi ini. Di daerah suku Dayak, rasi sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari adat dan keyakinan, serta melekat kuat mengatur sendi kehidupan orang Dayak.

Dari sekian banyak rasi, berikut ini rasi (tanda alam) yang barangkali sering kamu alami tanpa sadar semuanya memberikan arti atau petunjuk tertentu apa yang boleh, patut, pantas, dan tidak boleh dilakukan bila mempercayainya.


Burung Keto Buria'

Burung Keto Buria' ada 2 ekor burung yang berbeda. Disebut burung keto karena suara kicauannya berbunyi..keto..keto..dan seterusnya😀. Begitu juga Burung buria' memiliki kicauan bunyi..buria'..buria'..curiat..curiat..dan seterusnya😀. Kedua burung ini kerap berkicau hampir selalu bersama, mungkin mereka berdua teman akrab sehingga selalu bersama😀. Burung keto buria' ini boleh dikatakan burung yang fenomenal memberikan tanda dan makna setiap kicauannya. Kedua burung ini masih banyak terdapat di hutan Kalimantan yang masih asri dan sangat senang bermain di hutan muda yang berbatasan langsung dengan hutan tua.

Burung keto buria' berkicau disekitar rumah diyakini sebagai tanda/petunjuk ada sesuatu berita yang tidak nyaman didengar yang akan terjadi. Bila kedua atau salah satu burung ini berbunyi pada saat hendak melakukan perjalanan maka sebaiknya ditunda terlebih dahulu (karena sungkak) sampai suara kicauan berhenti. Bila tetap melanjutkan aktifitas/perjalanan dapat berakibat terjadi celaka. Perjalanan sungkak oleh karena petunjuk dari kicauan kedua burung tersebut.

Bunyi Ranting/Kayu Tumbang

Bila kita mendengar saat sedang melakukan perjalanan ada mendengar suara  seperti bunyi ranting patah bersamaan dengan bunyi kayu tumbang yang mungkin tidak diketahui asal bunyinya menandakan orang tersebut akan mengalami celaka biasanya sakit, kena patuk ular, dan lain sebagainya. Biasanya perjalanan dibatalkan atau berhenti sejenak sampai bunyi tidak terdengar lagi.

Burung Masuk Rumah

Ketika malam waktu itu ada seekor burung masuk dalam rumah, kemudian tanpa basa basi bapak Saya langsung mengejar dan menangkap burung itu sambil tergopoh-gopoh dimasukannya dalam toples hingga mati pada keeseokan harinya. Saya penasaran mengapa kok dibunuh tidak dilepaskan saja. Dia (Bapak) mengatakan tidak boleh burung masuk rumah pada malam hari, karena diyakini burung yang masuk dalam rumah ini tanda pembawa kabar petaka, bila dilepaskan seolah-olah kita setuju akan petaka yang mungkin akan terjadi kemudian. Tetapi bila dibunuh artinya seisi rumah menolak bencana.

Berjumpa Ular di Perjalanan

Berjumpa ular di perjalanan diyakini bermacam-macam petunjuk tergantung keyakinan seseorang. Banyak orang mempercayainya sebagai pertanda sesuatu yang baik maupun buruk akan terjadi ketika sedang melakukan perjalanan. Tiba-tiba berjumpa dengan ular yang sedang menyeberang jalan sebelah kanan, dipercaya pertanda sesuatu yang baik akan terjadi dan sebaliknya.


Ranting jatuh tepat di depan ketika dalam perjalanan

Menurut penuturan lisan dari orang tua, ranting yang jatuh tepat di depan kita ketika melakukan perjalanan memberikan petunjuk tidak baik, dipercaya ada sesuatu kendala atau malapetaka yang akan terjadi ketika kita dalam perjalanan. Biasanya bagi orang yang sungguh-sungguh mempercayainya akan segera menunda perjalanan. Perjalanan baru dilakukan pada hari berikutnya.

Sebenarnya ada banyak rasi lain namun oleh karena keterbatasan sumber lisan maka penulis hanya menuliskan petunjuk-petunjuk yang sering kita dijumpai sehari-hari. Rasi ini tanpa sadar diyakini oleh masyarakat suku Dayak (yang masih yakin) menjadi petunjuk baik maupun buruk yang penting diketahui dalam meniti kehidupan ini.

Comments

Popular posts from this blog

Jarum suntik: cara penggunaan dan risikonya.

Daftar Blog atau Situs Web di Google Webmaster.

Filosofi Tato Burung Enggang Dayak

Ansabi sawi kampung sayuran khas Dayak.

Kenali macam-macam dosis obat dan jangan lagi ragu minum obat