Bontokng: kue tradisional Dayak dibakar dalam bambu.

Kue Bontokng sudah masak
Apa sih Bontokng? Kamu yang kesulitan melafalkannya cukup menyebutnya "Bontong" saja😀. Bontokng adalah kue yang dibuat dari beras dibungkus dengan daun layakng (daun minyak) kemudian dibakar dalam bambu. Kue tradisional ini jarang ditemui pada hidangan sehari-hari, melainkan dibuat saat mendapat padi baru seusai panen ladang gunung (Dry Mount Rice). Ada 2 jenis Bontokng, yaitu Bontokng sunguh dari beras sunguh dan Bontokng Poe' dari beras ketan (beras pulut).

Bila Kamu mempunyai kesempatan berjalan di daerah Kabupaten Landak dan Mempawah saat musim gawai padi baroah atau gawe padi atau nutup tahutn pasti menjumpai kue Bontokng ini. Bontokng tergolong kue yang istimewa, bila suku Tionghoa punya kue ranjang maka suku Dayak punya Bontokng. Dikatakan Istimewa karena bahannya dibuat dari beras yang pertama dipanen ketika musim panen setahun sekali (padi tahutn).

Bontokng Sunguh, terbuat dari bahan beras sunguh hasil panen pertama memiliki tekstur tidak berminyak dan tidak lengket, sedangkan Bontokng Poe' dari beras pulut dengan tekstur berminyak, dan lengket. Kedua Bontokng ini memiliki rasa khas dan enak, serta dimasak dalam bambu menambah cita rasa dan wangi khasnya. Bontokng sebenarnya sangat berpotensi menjadi makanan kuliner Dayak dan Kamu sangat mudah membuatnya, mungkin rasanya tidak sama dengan rasa ketika menggunakan padi baru yang wangi, enak, manis dan terasa berlemak. Namun begitu Kamu bisa membuatnya dengan memilih bahan beras ketan.

Sudah penasaran bagaimana cara membuat Bontokng? Sebelumnya Kamu harus mengenal bahan-bahan yang digunakan dalam proses pembuatannya:

1. Beras Sumuh/Sunguh atau Beras Pulut/ketan
2. Bambu atau Solekng biasanya jenis bambu betung yang besar lebih baik.
3. Daun Layakng (daun minyak).

Banyaknya bahan-bahan tersebut disesuaikan dengan berapa banyak kue Bontokng yang akan kamu masak.

Proses membungkus Beras Bontokng dengan daun Layakng
Proses pembuatan Bontokng.
1. bungkus beras sunguh atau beras poe' dengan daun layakng satu per satu. Bisa juga menggunakan daun layakng dua lapis dan diikat supaya tidak tumpah.
2. Kemudian beberapa bungkus Bontokng tadi disatukan dengan cara melingkar dan diikat disesuaikan dengan besar bambu agar mudah dimasukan. Jangan terlalu padat.
3. Setelah memperoleh beberapa ikatan besar dengan bentuk melingkar, masukan di dalam bambu atau solekng. Bambu diisi bontokng kira-kira 2/3 penuh. Untuk jumlah yang besar Bontokng dibuat hingga puluhan bahkan ratusan roas atau ruas bambu.
4. Dimasak di atas api dan bara dengan dengan posisi tegak atau miring agar masak merata.

Proses memasak Bontokng
Catatan:
*Kamu juga tidak harus mengikat setiap bungkusan melingkar menjadi satu, tapi cukup dimasukan dan diselipkan satu per satu dalam bambu tidak sampai terlalu padat.
*Selama memasak Bontokng dengan cara dibakar, tidak boleh ditinggalkan karena bisa hangus terbakar. Atur besar-kecilnya api dengan bambu diputar secara merata hingga Bontokng masak merata. Pengalaman memasak Bontokng terletak dari lama memasak dan memastikannya apakah sudah masak atau belum. Bila nyala dan bara api cukup semua Bontokng di dalam bambu masak kira-kira dalam waktu 2 sampai 3 jam.

Bisa sudah masak, hidangkan Bontokng hangat maupun dingin. Hidangan hangat dan dingin tidak mengurangi rasa khasnya. Apakah sudah jelas cara pembuatannya dan tidak penasaran lagi? Selamat mencoba. 👍👍👍😀😀😀

Comments

Popular posts from this blog

Jarum suntik: cara penggunaan dan risikonya.

Daftar Blog atau Situs Web di Google Webmaster.

Filosofi Tato Burung Enggang Dayak

Ansabi sawi kampung sayuran khas Dayak.

Kenali macam-macam dosis obat dan jangan lagi ragu minum obat