Pembaharuan Algoritme Google untuk kualitas penelusuran
Sumber:www.dreamwebs.nl
Google pertama kali merilis Algoritme Google Toolbar Desember 2000 silam yang powerful yang terintegrasi dengan web browser membantu setiap orang dimana pun berada (asal ada akses internet) dapat mencari dan menemukan informasi dengan cepat. Google Toolbar ini dapat digunakan oleh siapapun dengan mudah tanpa harus memiliki keahlian tertentu dalam penelusuran. Google Toolbar sudah mampu secara otomatis memutuskan laman web yang penting dari setiap laman web yang muncul pada pencarian.

Dari sejak awal Google merilis algoritme pertamanya untuk memberikan solusi cepat dan kepada siapa saja yang ingin mendapatkan jawaban atas permasalahan mereka melalui Google. Dengan kata lain Google ingin menebak sebaik mungkin apa maksud yang berada dalam pikiran dan benak pengguna dengan mengetikan kata kunci tertentu pada mesin pencarian lewat Google Toolbar. Kualitas penelusuran menjadi poin penting menjadi langkah Algoritme Google selanjutnya dalam memberikan servis kepada pengguna.

Kalau begitu, apa sebenarnya arti Algoritme?
Istilah ini sering kita temukan pada dunia kesehatan, komputer dan IT. Istilah ini sangat lumrah digunakan apalagi kepentingannya untuk pemecahan masalah dengan cara yang sistematis, hati-hati, terbatas dan masuk akal.

Algoritme menurut Google Translate "Algorithm is a process or set of rules to be followed in calculations or other problem-solving operations, especially by a computer" (Algoritme adalah sebuah proses atau seperangkat peraturan perhitungan atau pengerjaan pemecahan masalah lainnnya, terutama dengan komputer).

Secara spesifik arti Algoritme Google adalah sebuah "program komputer yang mencari petunjuk untuk memberikan tepat apa yang Anda inginkan" (Sumber Google).

Dari beberapa pengertian di atas kita dapat menyimpulkan bagaimana Google bekerja. Google dapat saja memperbaharui dan/atau mengubah algoritmenya dalam rangka memberikan kualitas penelusuran tepat sesuai keinginan Anda.

Kemampuan Google dalam mencari milyaran laman, mengindeks dan menampilkannya kepada pengguna merupakan tugas utama, hal biasa dan lumrah dilakukan kebanyakan penyedia mesin pencari. Terlebih dari itu dalam membangun kepercayaan dengan mendapatkan informasi tepat dan aman bagi pengguna dalam proses pencarian lewat Google, serta memerangi pelaku spam merupakan kerja keras Google yang patut diacungkan jempol. Tidak hanya cukup dengan kehebatan ini, para Googler berfikir dinamis, kreatif dan cepat dengan menghasilkan sebuah algoritme yang mengajak webmaster nakal bersaing secara adil dalam memberikan layanan konten/informasi kepada semua orang.

Tujuan algoritme tidak lain dan bukan adalah tercapainya kualitas penelusuran dengan mereferensikan konten yang se-relevan mungkin dan meningkatkan pengalaman luar biasa dari user. Google sudah ratusan kali mengubah algoritmenya setiap tahun. Kebanyakan perubahan-perubahan kecil. Google memberitahukan perubahan algoritme kepada publik pada algoritme yang mempengaruhi hasil penelusuran secara signifikan.

Berikut ini penjelasan beberapa Algoritme Google yang penting yang dapat membantu kalangan onliner dalam SEO situs mereka:

Algoritme Google Telusur Aman.
Algoritme ini memberikan filter kepada hasil penelusuran terhadap konten dewasa berupa gambar dan video seksual yang eksplisit. Dengan menggunakan alat telusur aman melindungi Anda dari bahaya yang mungkin terjadi seperti pencurian data pribadi dan tindak peretasan. Anda dapat menggunakan status situs penjelajahan aman Google atau mengaktifkan fitur telusur aman pada browser Chrome, Firefox, dan Safari sebelum mengunjungi sebuah website untuk keamanan penelusuran Anda.


Algoritme Google Pigeon
Algoritme ini sekaligus perubahan yang menjadi signal tradisional dalam menentukan ranking sebuah situs web di hasil penelusuran Google yang dirilis Juli 2014 lalu. Mengapa menjadi sebuah signal tradisional? sepertinya Google melihat ada banyak potensi situs lokal yang tersedia sekitar pengguna yang dapat ditampilkan (tentunya sesuai relevansinya pada penelusuran) sebagai referensi situs yang akan atau siap dikunjungi. Perubahan ini ditunjukan atau terintegrasi dengan Google Map. Dengan mengintegrasikan atau mendaftarkan bisnis Anda dengan Bisnis Lokal Google merupakan bagian kunci strategi penelusuran tersebut.


Sebagai contoh:
Saya mencoba mencari kata "Hotel Mahkota" saat ini maka pada hasil pencarian berupaya menampilkan hasil pencarian yang sesuai dengan lokasi dan jarak Saya. Lokasi yang tersedia dan relevan ditampilkan pada Google Map bukannya Hotel Mahkota di tempat lain, melainkan menampilkan Hotel Mahkota yang dekat di mana Saya berada yaitu "Mahkota Kayong Hotel"

Dengan algoritme yang mengutamakan direktori situs lokal para pebisnis lokal tidak perlu khawatir bahwa situs mereka akan kalah bersaing dengan situs terkemuka lainnya di belahan dunia lainnya yang ditampilkan di hasil penelusuran Google karena situs lokal yang relevan menjadi referensi awal ditampilkan sesuai kueri penelusuran pengguna yang tidak jauh dengan lokasi bisnis dan pengguna tersebut.

Algoritme Pigeon menitik beratkan pencarian lokal dengan menampilkan situs lokal yang unik, relevan dan bermanfaat tersedia pada setiap kueri pencarian merupakan salah satu kemajuan dalam peningkatan kualitas penelusuran Google bagi pengguna.

Algoritme Google Himmingbird
Resmi diluncurkan September 2013 Google mengembalikan sebuah hasil pencarian yang lebih baik dan berkualitas melalui Algoritme Hummingbird yang terintegrasi dengan Google Voice. Algoritme ini meningkatkan interaksi yang lebih manusiawi, menganalisa dan memahami setiap kata kunci secara persis dan kontekstual sehingga menampilkan hasil cepat dan terbaru sesuai kebutuhan pengguna pada hasil penelusuran. Ada baiknya mengikuti FAQ Algoritme Hummingbird selengkapnya di Search Engine Land berikut.

Algoritme Google Penguin
Diluncurkan pertama kali pada April 2012, fokus utama algoritme ini bertujuan memerangi pelaku SEO blackhat yang memanipulasi ranking pada search engine Google melalui taktik skema link, spam dan praktik lainnya. Pembaharuan Algoritme Penguin menurunkan ranking website yang melakukan praktik curang melanggar Pedoman Kualitas Webmaster Google. Google tetap berlaku adil bila situs-situs tersebut 'bertobat' sudah menghapus spam dan menyangkal link balik (pada Search Console) bisa mendapatkan ranking lagi dari penelusuran Google.

Algoritme Penguin jelas melindungi pengguna dari konten yang tidak relevan pada hasil penelusuran, sehingga pada akhirnya hasil penelusuran menampilkan situs-situs yang benar-benar unik, relevan dan berkualitas.

Algoritme Google Panda
Merupakan algoritme ranking hasil penelusuran Google yang dirilis Februari 2011 bertujuan menurunkan ranking situs yang tidak berkualitas dan buruk dan menaikan situs yang berkualitas pada hasil penelusuran (sumber: wikipedia). Kualitas konten menjadi prioritas Google Panda dalam proses memeringkat sebuah situs, seperti konten unik dan menarik, tidak menyadur atau menyalin konten dari situs lain (tidak konten duplikat), penulisan konten sesuai EYD, Jumlah dan menempatkan iklan sewajarnya (iklan tidak mendominasi laman situs), dan konten familiar, mudah dibaca, serta mudah dipahami pengguna/user. "The Content is a King".

Post a Comment:

Teman-teman Google+ Terkren!